Berburu Tupai Edisi 2012-Jilid 1

Minggu 24 Juni 2010

Lama sudah kami tidak melakukan aktifitas berburu kira-kira setengah tahun lebih. Perburuan terakhir yang kami lakukan yaitu pada minggu tanggal 03 Oktober 2011 jadi kalau dihitung-hitung ada 8 bulanan lah. Hmmm… waktu yang cukup lama fakum terhadap aktifitas berburu kali ini. Bukan maksud hati untuk istirahat hingga begitu lama akan tetapi aktifitas dan rutinitaslah yang membuat seluruh anggota ISAP tidak dapat untuk bertualang di alam bebas. Salah satu prinsip dari ISAP adalah rasa kebersamaan yang terus di terapkan dan di tingkatkan yaitu Rasa Solidaritas dan Kebersamaan. Hal inilah yang sangat kami tanamkan, apabila salah satu anggota ISAP berhalangan untuk bergabung maka yang lainnya juga tidak akan melakukan perburuan. Hal ini bertujuan agar serunya bertualang di alam bebas sama-sama dirasakan. Coba bayangkan apabila salah satu anggota tidak dapat untuk bergabung tentunya anggota tersebut akan berfikir “wah… mesti kawan-kawan lagi asik berpetualang dengan sendagurau dan keseriusan yang kadang2 jadi guyonan” tentunya anggota tersebut malah makin stress. Pada hal salah satu nilai positif yang ingin di dapat adalah untuk menghilangkan rasa stress. Bukan begitu teman-teman???

Tangkapan Luar Biasa

Kali ini kami kembali malakukan perburuan alias berpetualang di alam bebas. Lokasi kali ini yang kami tuju masih lokasi lama (Desa Aur Sati Kab.Kampar-Riau) dengan alasan mudah2an setelah sekian lama di tinggal para koloni Tup2 sudah berkembang biak alias buaaa…nyak, he he he… “(ih segitunya… maklum lagi semangat nih). Kali ini kami berangkat dengan semangat 45 walaupun rada-rada ngantuk habis nonton bareng Euro 2012 antara Spanyol vs Prancis. “P’ Am sih enak ndak gabung nonton bareng alias bisa tidur dengan nyenyak”. Seperti biasa sebelum ke hutan rimba kami tentunya sarapan terlebih dahulu di Danau Bingkuang agar tubuh fit dan mampu untuk manaklukkan bentangan alam yang luas.

Tanpa terasa hidangan yang tersedia telah habis, kopi & tehpun di serut dengan nikmat maka tibalah waktu untuk berburu. Lokasi pertama di sekitar Danau Bokuok, begitu lanju kendaraan di hentikan, perlengkapan berburupun di keluarkan dari bagasi mobil, Kapsuy angkat senjata, P’Am sarungkan belati, Deka pun sudah siap dengan jaket berburunya dan tanpa ketinggalan Vhoodhie yang siap2 untuk mencari sasaran dengan terlebih dahulu tes akurasi Teleskop Dor… ternyata masih akurat “kayaknay ndak perlu lagi nih stel telenya…”

Vhoodhie ke sisi kiri piggiran danau menihal ada kelagat yang kurang bagus di pucuk pohon durian yang cukup besar dan tinggi. Dengan pelan dan hati2 melangkah agar tidak kelihatan dan terdengar langkah. Karena sdah lama tidak berpetualang hati ini pun sedikit berdebar2, Ternyata nangkiring ekor burung yang cukup besar yang biasa di sebut penduduk setempat dengan sebutan “Bubuik”. Sasaran bersembunyi di balik dahan antara batang pohon. Cukup sulit untuk mengunci sasaran karena yang kelihatan hanya pangkal ekor ke belakang “wah sulit juga nih sasaran…” Vhoodhie berusaha mencari sasaran lain, begtitu kelihatan eh cuma paruh doang alhasil si burung kabur deh… “hihihi… panjang umur tuh si burung gak jadi Headshoot…

Deka Dengan Hewan Tangkapannya

Tanpa di sadari ternyata rekan yang lain telah bergabung di lokasi yang sama. Tiba-tiba Deka melihat satu sasaran yang emang jadi burunan kami yaitu Tup2, Dor… Deka melepaskan tembakan akan tetapi sedikit meleset, Dor… suara tembakan dari senapan Vhoodhie, Pok… bunyi perut Tup2 kena hantaman peluru, akan tetapi sasaran masih dapat berlari. Tanpa pikir panjang lagi takut sasaran lebih jauh untuk kabur Kapsuy segera menekan pelatuk senapannya, Dooo…rrr dengan hasil Headshoot, Tup2 jatuh persis di pinggir parit. Hasil kerja sama yang baik sasaran pertama didapat setelah melalui hantaman 2 peluru, cukup menegangkan bukan?  Vhoodhie bersusah payah menyeberangi parit yang cukup besar agar hasil buruan di peroleh.

Perburuan kami lanjutkan ke sebelah kanan danau Bokuok, empar orang personil ISAP tanpa ragu berjalan menelusuri perkebunan durian. Kapsuy mendeteksi adanya pergerakan-pergerakan mencurigakan, dengan langkah hati2 & rada2 pelan Kapsuy berupaya untuk mendekati lokasi pergerakan tadi. Ternyata pergerakan tersebut bukan sasaran yang Kapsuy inginkan melainkan sepasang burung perenjak yang melompat dari ranting pohon satu ke ranting pohon yang lainnya. Denyut nadi pemburu pun langsung melemah dan melanjutkan langkah menuju Target Operaasi (TO) hari ini.

Para anggota ISAP berjalan menelususri jalan setapak pinggiran sawah, tiba2 Deka & P’Am melihat satu ekor burung balam yang cukup besar, tanpa perlu di komandoi langsung ambil ancang2 untuk melakukan penembakan, tap apa yang terjadi belum sempat sasaran masuk dalam pidikan eh… si burung mabur alias terbang… ha ha ha… tawa si Kapsuy tanpa ragu dan terbahak2. Vhoodhie jadi heran mengapa Kapsuy tertawa begitu girangnya… ternyata Kapsuy tertawa akibat aksi Deka & P’Am yang sama bernafsu untuk menembak Burung Balam yang akhirnya terbang meninggalkan mereka (Deka & P’Am)

Perburuan kali ini kami hanya mendapatkan 4 (empat) ekor Tup2 saja yang di dapat di empat lokasi yaitu 1 ekor di pinggir Danau Bokuok, 1 ekor di pinggir sawah, 1 ekor di lokasi kebun durian dekan pohon jengkol dan 1 ekornya lagi di lokasi baru… wah lupa pula nama kampungnya… maaf ya… he he he…

Hasil yang tidak mengecewakan perburuan kali ini, 4 ekor Tup2 cukup lah untuk santap malam bareng rekan2 mudah2 bermanfaat jadi obat, Alhamdulillah… amin

Payakumbuh / Sumbar, 9 Juli 2012

Mulanya hanya ingin menghadiri pesta pernikahan adik kandung di Desa Bawan Kab.Lubuk Basung Sumbar yang diselenggarakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 7&8 Juli 2012. Terpikiran dibenak ini “lokasinya kan di Sumbar kenapa ndak sekalian aja Pulkam ke kampung halaman ortu di Payakumbuh yang tentunya seru tuh buat berburu Tup2”. Langsung saja tangan ini pontan untuk membawa senapan2 & tentunya dilengkapi dengan peralatan berburu lainnya”.

Lokasi perburuan yang saya tuju yaitu Desa Sicincin Hilir Kota Payakumbuh bertepatan di kampung halaman saya juga, ya… hitung – hitung liburan di rumah nenek. Saya sampai di desa sicincin hilir pada hari senin tanggal 9 Juli 2012 sekira pukul 16.20 (hampir magrib). Kedatangan saya & keluarga tentunya langsung disambut sang nenek. Malamnya saya telah berkomunikasi dengan salah satu family, ya… bisa dikatakan Adik lah. Namanya dipanggil Helmy, mahasiswa tingkat I fakultas ilmu komputer di salah satu universitas yang ada di Kota Payakumbuh.

Hasil perbincangan malam itu telah disepakati Helmi mau menemani saya untuk berburu yang direncanakan pada pagi harinya sekitar pukul 06.30 wib. Maklum kalau di payakumbuh jam segitu masih agak gelap & suhu udaranya cukup dingin. Manusia hanya bisa berencana hanya Allahlah yang dapat menentukan apakah rencana kita itu terlaksana atau tidak. Ternyata keesokan harinya cuaca kurang bersahabat yang ditandai dengan turunnya hujan yang cukup deras hingga pukul 09.00 wib. Mata ini pun terlelap lagi alias tari selumut mang.

Sekitar pukul 08.30 wib mata ini mulai terbuka namun sedikit tertutup alias masih ngantuk. Melihat ke arah jendela hujan masih belum reda namun kadarnhya sudah berkurang ya dapat dikatakan sudah mulai gerimis. Sambil menunggu gerimis reda mata ini terus memperhatikan setiap pepohonan yang ada, mulai pohon alpukat, rambai, coklat, mangga bahkan sampai pohon durian dan lain sebagainya semua pohon yang ada saya perhatijan satu persatu apakah ada koloni Tup2 yang mulai keluar dari sarangnya.

Mata ini masih saja menahan kantuk, tiba-tiba salah satu Tup2 muncul di salah satu pohon rambai. Tangan ini spontan mengambil senapan dan berucap terus dalam hati “wah… para Tup2 sudah mulai keluar walaupun hari masih sedikit gerimis”. Saya berlari kebelakang rumah, sasaran sudah terkunci, satu tembakan dilepaskan akan tetapi tidak mengenai sasaran, tembakan kedua juga demikin disertai dengan tembakan ke tiga, akan tetapi juga tidak mngenai sasaran. Saya mulai bingung kok bisa begini, jangan2 tekanan angin senapan kurang kuat. Senapan saya pompa berulang kali agar tekanan bertambah kuat, akan tetapi kejadiannya juga sama sasaran tidak juga tidak dapat dilumpuhkan.

Saya bergumam dalam hati “jangan2 teleskopnya sudah tidak akurat lagi”. Saya coba untuk melakukan akurasi sasaran akan tetapi hasilnya cukup bagus alias tepat sasaran / center. Kebungungan say amakin bertambah “apakah gerangan yang terjadi???”. Perburuan saya hentikan, sepanjang waktu saya berfikir apa penyebab sampai target tidak tepat sasaran. Sang istri tercinta sudah menyiapkan sarapan pagi, saya terus bersihkan badan alias mandi (walau sudah jam 10.00 wib air di Payakumbuh tetap saja dingiii…n).

Sarapan pagi di temani dengan secangkit teh hangat. Otak ini terus berfikir “apa penyebab kejadian tadi pagi sampai2 buruan satu pun tidak dapt di lumpuhkan”. Saya mulai dapat menyimpulkan apa penyebabnya, mungkin karena :

1. Mata belum sempurna terbuka sudah langsung lompat keluar cari buruan.

2. Belum berbenah diri alias belum mandi.

3. Badan belum fit alias belum sarapan.

Hal-hal inilah yang sangat berperngaruh terhadap kondisi fisik kita sebelum melaksanakan perburuan.

Queena, Fayi & Hasil Buruan

Sore harinya menjelang Magrib saya mengulangi perburuan, alhamdulillah 4 (empat) ekor Tup2 dapat saya lumpuhkan, ya… lumayan bisa untuk santap malam ditemani oleh Istri & anak tercinta serta sanak saudara yang juga kepingin untuk santap Tup2. Malam ini Istri tercinta menyajikan menu Tup2 g0reng cabe merah dengan Pucuk ubi rebus. Uuu…h, cukup lezat bukan!!!. Mau??? Ha… Capeklah!!! kadai ka tutuik lai… hehehehe

Tunggu cerita yang lebih seru berikutnya di “Edisi 2012 Bahagian II”. salam pemburu

Segenap Keluarga Besar

IKATAN SENAPAN ANGIN PEKANBARU

“ISAP”

Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir & Batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s