Berburu Tupai Edisi 2011-Jilid 1

Minggu, 2 Jan 2011

Tahun baru segera akan datang, segala sesuatu telah di persiapkan untuk menyambut kedatangan Malam Pergantian Tahun. Hasil buruan telah di kumpulkan sejak 3 hari yang lalu dengan menu Tup2 panggang. Dan yang tak kalah pentingnya seekor daging kambing telah siap untuk di santap. Seluruh anggota ISAP berkumpul di Pos Utama / Markas Besar untuk memulai aktifitas bakar2. Kapsuy dan Pak Am sibuk mempersiapkan sate kambing & ayam, Kakek sibuk mempersiapkan api unggun, Vhoodhie & Kapsuy sibuk “satu persatu dibukalah bajunya… setelah itu kelihatan isinya… janganlah lupa buang bulu2nya” hayo coba tebak apa yg di kerjakan oleh Vhoodhie & Kapsuy ? ternyata mereka sedang membuka kulit jagung yang akan di bakar.

Waktu telah menunjukkan pukul 00.00 wib yg menandakan tahun 2010 telah berlalu dan tahun 2011 telah datang, semua bergembira dengan cara & gaya masing2, ada yg bakar jagung, ada yg bakar sate kambing / ayam, ada yg main domino, ada yg bakar petasan dan lain sebagainya sebagai meluapkan kegembiraan menyambut datangnya tahun baru 2011.

Kegiatan bakar2 telah berakhir, kami memutuskan untuk istirahat sebagai persiapan esok harinya melaksanakan kegiatan rutin berburu. Pukul 05.00 wib saya sudah terbangun dari tidur, peralatan berburu telah dipersiapkan, namun cuaca kurang mendukung pagi ini, hujan turut cukup deras, semabari menunggu hujan reda saya pun tertidur kembali & baru tersentak kaget melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 06.30 wib. Saya langsung sms rekan2 ISAP untuk menanyakan “apakah kita berangkat berburu?” ternyata anggota ISAP yang lainnya telah menunggu untuk segera berangkat berpetualang.

Minggu, 16 Jan 2011

Koordinasi & komunikasi antara anggota ISAP dalam rangka kegiatan rutin hampir saja terputus, hal ini bukan dikarenakan adanya keretakan atau hubungan yang tidak harmonis akan tetapi karena kesibukan2 pekerjaan yg sedikit menumpuk, maklum tahun baru tentunya kegiatan di kantor / tempat kerja juga bertambah.

Sabtu malam kakek menghubungi Vhoodhie yg menanyakan tentang keberangkatan besok hari & diputuskan kegiatan berburu tetap dilakukan seperti biasa. Minggu pagi sekitar pukul 03.00 wib hujan turun dengan derasnya, saya sudah mulai khawatir takut nanti bangunnya kesiangan (maklum suhu dingin paling asik tarik selimut lagi alias lanjut tidur). Yang saya khawatirkan ternyata terbukti, saya bagun dari tidur sekitar pukul 07.00 wib & langsung melihat kearah jendela “ternyata hujan masih turun gerimis”. Saya langsung sms anggota ISAP yang lainnya yang ternyata hanya saya yang terlambat bagunnya. Saya langsung meluncur ke Markas dimana rekan2 lainnya telah menunggu.

Tepat pukul 07.30 wib kami berangkat untuk mencari lokasi yang baru. Saat ini kami berangkat hanya 4 personil (Vhoodhie, Kakek, P’Am & DK) tanpa di dampingi oleh Kapsuy yang kebetulan dalam kondisi kurang fit alias “atit demam”. Sepanjang perjalanan kami bertukar pendapat untuk mencari lokasi mana yang akan kami tuju untuk perburuan Tup2 berikutnya, sebab tempat yang biasa kami kunjungi Tup2 sudah berkurang karena lebih bayak orang mencari Tup2 dengan cara menjerat.

Kami menemukan lokasi baru yaitu di desa Pulau Rambai, Kec.Kampar Timur Kab.Kampar. Lokasi ini kami dapat berasarkan informasi dari warga setempat. Semula kami berburu di areal persawahan milik warga yang sekelilingnya banyak terdapat tanaman bambu, mangga, durian dan pepohonan2 lainnya. Dilokasi ini kami hanya mendapat 1 ekor Tup2 (tembakan jitu dr P’Am) & 2 ekor burung balam hasil buruan DK. Begitu mendapat info dari Kakek yang mengatakan bahwa di pulau seberang banyak terdapat Tup2, kami langsung berangkat menuju  pulau rambai dengan menaiki kapal penyeberangan.

Pelabuhan Penyeberangan Pulau Rambai

Penyeberangan tidak membutuhan waktu yang lama hanya dengan waktu 5 menit sudah sampai di seberang sungai. Biaya penyeberangan juga tidak mahal PP Rp.2.000,- /orang. Sesampainya kami di pulau ini kami juga di dampingi oleh penduduk yang kebetulan sama2 di penyeberangan. Ia menunjukkan lokasi dimana Tup2 banyak berkeliaran. Dilokasi baru ini kami sedikit kurang beruntung, hal ini di karenakan lebih dari 7 ekor Tup2 yang kami lumpuhkan tidak satu pun yang berhasil jatuh ke tanah alias nyangkut / bersembunyi di pelepah pohon kelapa. Kami tidak putus asa, jam sudah menunjukkan pukul 13.00 wib, sementara cuaca kurang mendukung (sedikit mendung) kami terus melakukan perburuan dengan melewati perkampungan warga.

Hanapi, Pemuda Pulau Rambai yg Mendampingi Kami Berburu

Tanpa di sadari ada salah satu pemuda setempat yg kebetulan juga hobi berburu tupai, dengan senang hati kami di dampingi untuk mengelilingi pulau tersebut sambil dibawa ke lokasi yg banyak hewan tup2nya.

Setelah beberapa lama perjalanan komunikasi kami dengan pemuda tersebut semakin akrab, pemuda tersebut bernama Hanapi yg biasa di panggil Napi oleh penduduk dan rekan2nya. Rupanya pulau ini cukup luas, kami mulai keletihan hal ini tampak jelas dari raut wajah DK yg mulai pucat dan sering sekali duduk untuk istirahat.

Waktu menunjukkan hampir pukul 14.30 wib, tambahan Tup2 pun tidak ada & cuaca senantiasa mendung, kami pun sepakat untuk mengakhiri pertualangan sembari melangkahkan kaki menuju penyeberangan dan kembali ke pekanbaru.

Minggu, 30 Jan 2011

Rencana sudah matang, diputuskan utk berangkat pukul 05.15 wib (lepas subuh), kabar dari anggota melalui sms menyatakan sudah siap utk berpetualang. DK sudah menungu di Markas, Kakek sudah mempersiapkan perlengkapan berburu sembari memompa senapan gejluknya, P’Am sudah stand by di depan rumah sambil di temani oleh anak tercinta, sy jg sudah bergabung dgn DK di markas. yang membuat lambat keberangkatan adalah salah satu anggota ISAP belum dapat di hubungi, siapa dia…??? mau tau jawabannya, mari kita tanya galileo… ha ha ha… siapa lg klu bukan Kapsuy. Hp nya dapat dihubungi, akan tetapi tidak di angkat, di sms jg tidak membalas. Kami semua jd bertanya2 ada apa dengan Kapsuy?

Berdasarkan info dari rekan yg lain bahwa sanya Kapsuy menyatakan ikut untuk berburu minggu ini, tapi kenapa tidak ada kabar berita pagi ini. Kami masih menunggu di markas sdh hampir 20 menit lamanya & akhirnya dia muncul dengan tanpa ada rasa ragu. Spontan kami bertanya… hi jenderal… kok lama sekali??? di telp tdk mengangkat, di sms tidak di balas??? dengan gampang & tenang Kapsuy menjawab “sorry ndan, ambo sakit perut alias mulas alias buang air besar alias mencreee…t”.

Begitu anggota yg ingin berpetualang hari ini lengkap, kami langsung tancap gas menuju sasaran perburuan yaitu di desa Pulau Rambai Kab.Kampar. Di pulau ini alhamdulillah kami mendapat 10 ekor Tup2, gemuk2 lagi? dilokasi ini kami juga di temani oleh pemuda setempat siapa lagi kalau bukan Hanapi. Rute perjalanan / perburuan kami berbeda dengan minggu lalu, walau pun cuaca mendung dan sesekali hujan gerimis tidak mengurangi semangat kami untuk berpetualang, hal ini pula yg membuat suasana makin lebih tertantang, stamina kita di uji dalam menghadapinya.

Minggu, 06 Peb 2011

Saking semangatnya untuk berburu minggu ini Kapsuy sampai2 kirim sms ke anggota ISAP yg lainnya pada pukul 04.17 wib yg mana isi smsnya kurang lebih seperti ini :

“Apakah anda sudah siap, ayo kita berangkat lagi sebab tupai sudah menunggu kita untuk di dorrrrrrrrr…”

Kontan saya terkejut dari tidur saat nada HP berbunyi yg menandakan ada sms masuk, begitu saya lihat dan baca ternyata dari Kapsuy, saya pun bergumam dalam hati “kapsuy meleset, baru jam 4 pagi sudah sms” tentu saya lanjutkan tidur kembali. Rupanya bukan saya saja yang menerima sms dari kapsuy, DK dan P’Am juga menerima sms yg sama.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 05.00 wib alarm pun berbunyi, saya langsung bangun dari tidur dan segera masuk kamar mandi (persiapaberwudhuk sholat shubuh). Sms yg saya terima dsari Kapsuy kirim ulang kembali kepada Kapsuy dengan maksud apakah dibalas atau tidak oleh Kapsuy. Ternyata memang benar, Kapsuy tidak membalas sms saya, perasaan saya langsung mengatakan “mesti Kapsuy tertidur”, ia sengaja mengirimkan sms lebih dulu agar dikatakan bahwa ia tidak terlambat lagi alias bangun duluan, terlaluuu… ha ha ha…

P’ Am termenung diujung kapal penyeberangan “lama betul sampainya he he he “

Pukul 05.30 wib semua sudah siap untuk berangkat ke desa Pulau rambai, jarak tempuh sekitar 35 Km, baru mamasuki wilayah danau bingkuang P’ Am menyarankan agar kita sarapan terlebih dahulu. Ide dari P’Am memang cemerlang karena di pulau rambai sangat sulit sekali untuk mencari tempat untuk sarapa pagi. Keasikan sarapan pagi sampai2 waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 wib bersamaan dengan masuknya sms dari Hanapi yang menanyakan “apakah kami jd untuk berburu?”.

Sesampainya di lokasi penyeberangan kami sudah di tunggu oleh yang bersangkutan (hanapi) dan langsung menuju lokasi perburuan. Kami memutuskan untuk membagi 2 kelompok, Saya, Kakek & Hanapi ke arah Kiri dari penyeberangan, sedangkan Kapsuy, P’Am & DK kearah kanan.

Karena belum menguasai medan, Kapsuy, P’Am & DK mereka bukannya terus ke arah kanan, eh… malah belok kiri, tentu arah mereka menjadi arah yang kami tuju. BEgitu saya, Kakek & Hanapi  sampai di salah satu rumah warga sembari melihat2 Tup2 kearah pepohonan warga yang punya rumah tersebut mengatakan bahwa “tadi sudah ada orang yang mencari tupai juga” kontan saya berpikir ini pasti mereka (Kapsuy, P’Am & DK). Saya langsung menghubungi mereka melalui HP yang memang ternyata merekalah yang lewat di tempat tersebut.

Saya, Kakek & hanapi terpaksa berbalik arah dengan adanya kejadian ini. Kami telusuri satu persatu lokasi maupun pepohonan yg rimbun, saya melihat gerak gerik Tup2 melompat dasri pohon yg satu ke pohon yg lainnya dari kejauhan,  saya terus mengikutinya & sampai akhirnya saya tiba di pinggir sungai. Sang Tup2 berpindah ke pepohonan bambu yang rimbun, saya bersembunyi di balik pohon karet yg cukup besar, begitu posisi sasaran tepat & terkunci, dorrr… tembakan saya lepaskan tepat mengenai sasaran, Tup2 pun jatuh, akan tetapi tidak dapat saya temukan karena sang Tup2 jatuh bukan ke tanah melainkan jatuh langsung ke sungai alias terjun bebas. Rasa kecewa bercampur aduk tapi juga menyenangkan. Kakek yg mengatahui hal ini langsung berkomentar,

Kakek : “terjun Bud, tangkap tupainya (kakek sambil tersenyum) biar kayak P’Am”

Saya : Kakek membunuh Budi namanya tu?

kakek : Ndak he… biar seperti P’Am?

Saya : Kayak mana pula ceritanya tu kek???

Kakek : Minggu yg lalu ketika kita berburu di lokasi persawahan, P’Am berhasil melumuhkan satu ekor Tup2 yg jatuh di dekat anak sungai, kelihatannya anak sungai tersebut dangkal dan dasar nya cukup keras, begitu P’Am mencoba untuk melompat ke anak sungai tersebut ternyata bukannya dangkal akan tetapi cukup dalam sampai batas paha, P’Am pun terperosok alias kecebur dalam bondar.Tup2 yg hanyut tidak lagi kami pikirkan, perburuan di lanjutkan. waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 wib, hasil buruan hari ini lumayan banyak sekitar 7 ekor hingga akhirya kami putuskan untuk mengakhiri pertualangan.Sebelum kami kembali ke pekanbaru, seperti biasa hasil buruan kami bersihkan terlebih dahulu di pinggir sungai.

Hasil buruan yg telah di bersihkan

Lumayan lah minggu ini kalau di timbang berat bersih daging Tup2 hampir 1.5 Kg. Ini cukup untuk pesta Tup2 nanti malam. Rencana menu malam ini Tupai Goreng sambal cabai hijau dengan saos lemon. cup… cup… cup… nikmat tenan… bagi yang berminat silahkan datang ke Markas ISAP, jadwal tetap pukul 21.00 wib. Tidak di pungut biaya, Gratis… tis… tis… tinggal santap.

Minggu, 13 Peb 2011

Pukul 04.00 wib hujan turun dengan lebatnya, hati ini jd berkata2 “apakah hujan ini akan reda sebelum jadwal keberangkatan berburu?”. Alhamdulillah ternyata doa saya di kabulkan oleh Allah SWT hujan pun reda pukul 05.00 wib. Kewajiban menghadap Allah SWT tetap di laksanakan (Sholat Shubuh) sebelum keberangkatan, perlengkapan dan segala sesuatu untuk berburu pun di persiapkan. Setelah semua selesai & lengkap saya pun bergegas menuju Markas ISAP. Kakek telah menungggu, P’Am stand by akan tetapi Kapsuy & DK belum ada kabarnya. Lima menit berselang, muncullah Kapsuy sembari menanyakan keberadaan DK yg belum kelihatan di Markas. Melihat DK belum ada, tanpa perlu di perintah / dikomandoi Kapsuy langsung menuju ke rumah DK untuk mengobrak abrik, ternyata DK masih tarik selimut alias masih Lalok / Turu / Modom / Tidur.

Setelah angota lengkap kami langsung tancap gas menuju lokasi perburuan. Dalam perjalanan saya menerima SMS dari Hanapi yg isinya mengatakan “bahwa ia tidak dapat mendampingi untuk berburu ke lokasi Pulau Rambai karena ada pekerjaan menakik getah”. Arah lokasi pun kami alihkan ke Danau Bingkuang yaitu ke Desa Baduik, ternyata jalan menuju ke desa tersebut tidak bisa di lalui karena ada pohon yang tumbang sehingga menghalangi akses jalan menuju desa tersebut. Akhirnya kami bergerak menuju Desa Aur Sati.

Rupanya di lokasi ini banjir, debit air sungai meluap sehingga lokasi2 perburuan banyak digenangi air. Perburuan tetap di laksanakan masing2 anggota mencari lokasi masing, malang tak dapat di tolak untung tak dapat di raih, di lokasi ini dari pukul 06.30 s/d 11.00 wib kami hanya mendapat 2 ekor Tup2 saja. Akhirnya kami memutuskan untuk balik kanan menuju pekanbaru setelah hasil buruan di bersihkan & perlengkapan berburu di kumpulkan.

Minggu, 20 Peb 2011

Keberangkatan hari ini sedikit terlambat yaitu pada pukul 06.00 wib. hal ini dikarenakan beberapa orang anggota banyak yg tertidur pulas sehingga lupa kalau hari ini adalah hari untuk berburu dan berpetualang. Minggu ini kami berangkat dihadiri oleh P’Jhon yg telah lama absen (berapa pekan ya…? kayaknya lumayan lama) dan sekaligus berangkat mengunakan kendaraan milik beliau.

Lokasi perburuan kali ini adalah Desa Pulau Rambai. Untuk mengantisipasi agar perut tidak lapar selama berburu, kami sarapan pagi terlebih dahulu di jembatan danau bingkuang. Kami tiba di penyeberangan pulau rambai sudah hampir pukul 07.00 wib.

Minggu, 27 Pebruari 2011

Semangat berburu kami jadi semakin meningkat, hal ini di sebabkan karena  telah siapnya baju seragam yang telah lama di idam2kan oleh seluruh para anggota serta peluru / mimis yang kami pesan pun sudah sampai. Baju seragam ini kami rencanakan sudah cukup lama, hampir 2 bulan lamanya. Tentu rekan2 bertanya2 “kok bikin baju saja butuh waktu hampir 2 bulan”. Hal ini dikarenakan beberapa sebab yaitu :

Menunggu Kedatangan Kapal Penyeberangan

1. Harga baju yang di jual di Pekanbaru cukup tinggi harganya (maklum lagi ngirit).

2. Untuk bordir / sablon lambang, para pelaku usaha alias konfeksi tidak menerima orderan kecil (maklum… mungkin untungnya dikit atau gak dapat untung sama sekali… he he he).

3. Kami pernah pergi berpetualang ke Bukit Tinggi Sumatra Barat sambil mencari baju seragam, sesampainya di sana baju yang kami inginkan kehabisan stok dan akhirnya terpaksa menunggu orderan barang berikutnya.

4. Kakek dengan susah payah berangkat sendirian menggunakan sepeda motor ke Bukit Tinggi – Sumatra Barat untuk menjemput baju yang sebelumnya sudah di order.

5. Baju ini akhirnya siap pada hari yg di inginkan yaitu pada hari Sabtu tanggal 26 Pebruari 2011 sehingga esok harinya dapat langsung di pergunakan.

Kapalnya Kok Lama Sekali Tibanya???

Hal2 tersebutlah yang menyebabkan kami sangat senang & bergembira melakukan pertualangan minggu ini.

Senin, 28 Maret 2011

Minggu kemarin kami tidak melakukan perburuan karena beberapa anggota ISAP berhalangan untuk pergi. Senin pagi sekitar pukul 09.00 wib saya berkunjung menemui P’Am di lokasi kerjanya. Sesampainya di sana saya langsung menjumpai P’Am & menanyakan kabarnya karena sudah beberpa lama kami tidak berjumpa. Tak lama berselang P’Am memberi kabar kalau kakek dalam keadaan kurang fit alias kurang sehat. Saya cukup kaget mendengar berita tsb (kok baru sekarang dapat berita). Saya coba langsung menghubungi kakek melalui HP & terjeadilah percakapan yg cukup serius namun sedikit lucu :

Vhoodhie : Ass ww, apa kabar kek???

Kakek : Alhamdulillah, tapi sedikit kurang sehat, sekarang masih makan bubur.

Vhoodhie : Sakit apa kek???

Kakek : Pencernaan sedikit terganggu (mencreeet).

Vhoodhie : Waaa…hhh… kalau negitu dak bisa lah kita makan durian kek?

mendengar kata2 durian, kakek langsung bergegas menjawab :

Kakek : Kalau untuk makan durian masih bisa Vhoodhie, kalau durian kata dokter tidak pantangan alias hajar terus asal jangan kilut & bijinya saja.

Vhoodhie : Ha ha ha… baiklah kalua begitu nanti malam kita ke pulau rambai cari durian!!! bagaimana menurut kakek???

Kakek : Ok… kakek siap sedia.

Saya langsung konfirmasi dengan P’Am kalau malam ini kita cari durian & P’Am sangat menyetujui hal tersebut. Malamnya kami bertolak berangkat sebanyak 6 orang yaitu Kakek, P’Am, Kapsuy, Ando, Vhoodhie & Queena. Kami langsung menuju lokasi pulau rambai yang sebelumnya Hanapi telah kami hubungi agar mencari buah durian yang segar2. Ditengah perjalanan ada satu hal yang sedikit mengganjal, sepertinya ada yang kurang yiatu Deka. Saya bertanya kepada Kapsuy “Deka mana Kapsuy” ternyata Kapsuy lupa menghubunginya karena sudah konsentrasi penuh untuk mencari durian.

Sesampainya di desa pulau rambai, kami hanya mendapat 16 buah durian yg besarnya cukup lumayan. Anak saya Queena pun turut serta makan durian walaupun tidak banyak (takut juga kalau2 nanati demam pula). Satu persatu buah durian kami buka dan nikmati bersama2, perut pun sudah terasa kenyang, selerapun sudah lepas & kami memutuskan untuk pulang.

Minggu, 03 April 2011

Rencana sudah bulat untuk melaksanakan perburuan pada hari minggu pagi. Kasuy sudah menghubungi Dk, Saya, Kakek serta P’Am sudah sepakat untuk berpetualang. Pagipun telah tiba, segala persiapan & perlengkaan telah siap untuk di bawa. Saya bergegas menuju Markas Utama, kakek & P’Am pun telah siap sedia di pos namun tidak dengan Kapsuy yang berhalangan untuk berangkat karena kondisi badan yang tidak baik alais “atit flu” demikian pula dengan DK sampai pagi ini tidak dapat di hubungi baik melalui HP maupun via SMS. Kamipun memutuskan berpetualang hanya dengan 3 personil (Kakek, P’Am & Vhoodhie).

Dalam perjalanan suasana dalam mobil tidak seperti biasanya alias cukup hening, sampai2 Kakek bertanya kepada P’Am, “bagaimana… apakah P’Am perlu di temani di belakang?” posisi kakek pada saat itu duduk di kursi depan samping supir. Kontan guyonan ini membuat suasana cukup heboh dan di tanggapi oleh P’Am… “Aman kek…”. Kendaraan terus melaju menuju lokasi sasaran yang kami putuskan di dekat sekolah dasar sebelum jembatan Danau Bingkuang.

Lokasi ini belum pernah kami kunjungi sebelumnya & tentunya berharap mendapat hasil buruan yang lumayan. 1 jam berlalu, 2 jam terlewati akan tetapi sang Tup2 tak juga kunjung muncul hanya ada 1 ekor saja yg berhasil kami lumpuhkan. Hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap berburu, sungai kami seberangi (anaknya alias parit… itu pun ada jembatannya), bukit pun kami daki (dak tinggi2 kali lah), hutan kami jelajahi (hutan karet & hutan durian… emang ada hutan durian??? kayaknya yang ada kebun durian kali ya…).

Sekian lama kami berjalan akhirnya dapat juga, yang kami temukan bukannya rombongan Tup2 akan tetapi buah durian yang jatuh, tanpa pikir panjang pedangpun di hunuskan dan langsung di tancapkan tepat di ujung sasaran, seee…p, siap di santap.

Rasa jenuh pun mulai tiba, kami sepakat untuk bali kanan keluar dari hutan. P’Am berjalan lebih dulu, sementara saya menyusul di belakang begitu juga halnya dengan kakek. Pas tiba di pinggiran anak sungai kami menyeberangi jembatan yang terbuat dari batang kayu yang kondisi jembatan dalam keadaan basah. P’Am berjalan mulus, saya sedikit kesulitan menyeberang karena kondisi jembatan licin akhirnya saya pun terpeleset, aduh… paha saya mengenai jembatan, badan saya terhantam ke bawah yang nyaris terjun bebas ke dalam anak sungai, namun tangan saya berhasil meraih putongan papan pada jembatan tersebut, selamat… saya tidak jadi jatuh.

Sebelumnya kakek memberi aba2 kepada saya, “hati2 vhoodhie! jembatannya licin” ternyata apa yang di katakan kakek benar, saya tergelincir dan hampir nyaris kecebur dalam bondar.

Begitu saya selamat sampai di seberang, saya langsung teringat kepada kakek kalau beliau belum menyeberang dan khawatir kalau2 kakek ikut terpeleset juga. Begitu saya membalikkan badan, apa yang terjadi…??? Kakek terpeleset dan jatuh terjun bebas kedalam anak sungai yang lumayan cukup dalam. Saya langsung berlari turun kedalam anak sungai membantu kakek yang dalam keadaan berlumuran lumpur. Senapan kakek pun ikut terjun bebas kedalam anak sungai dan berlumuran lumpur. Saya dan P’Am membantu kakek keluar dari anak sungai dan menanyakan keadaan kakek. Alhamdulillah kondisi kakek tidak begitu parah, hanya memar pada baharian lutut sebelah kanan.

Minggu, 10 April 201

Semula minggu ini kami akan melaksanakan kegiatan rutinitas (berburu) akan tetapi kegiatan tidak dapat terlaksana dikarenakan kendaraan yang bisa kami gunakan mengalami sedikit kerusakan.

Minggu, 17 April 2011

Hampir 2 minggu ISAP tidak melaksanakan aktifitas berburu seperti biasanya. Perasaan ini jelas begitu gundah dan rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Perasaan gundah juga di rasakan oleh Kakek, P’ Am, Deka & rekan lainnya. Minggu ini kami di temani oleh Ando yang telah lama absen karena padatnya kegiatan sekolah terutama ekstra kurikuler, akan tetapi kami tidak di dampingi oleh Kapsuy yang kebetulan ada pekerjaan / proyek besar yang harus di kerjakan.

Kakek & Anak2 Pulau Rambai

Kali ini kami menuju kokasi yang baru, berdasarkan informasi dari salah satu warga tempatan mengatakan kalau lokasi ini cekup banyak Tup-Tup karena hampir dikatakan tidak ada orang yang melalukan perburuan di sana. Mobil melaju kencang ke arah yang dituju, kecepatan rata2 hampir 90 Km/Jam. Mengapa hal ini terjadi? karena kami berangkat dari pekanbaru agak terlambat yaitu sekitar pukul 05.40 wib.

Kami sedikit kesulitan mencari lokasi yang baru tersebut di karenakan terlalu banyak jalan alternatifnya. Yang menjadi patokan kami adalah dilokasi tersebut terdapat Sekolah Dasar. Tak lama mencari, lokasi tersebut pun kami temukan. Kami tidak langsung berhenti di lokasi sekolah melainkan mencali lokasi parkir kendaraan yang pass &strategis untuk berburu. Kendaraan kami letakkan di perkebunan durian Montong milik rakyat tenpatan. Lokasi sudah dapat, semua personil bergegas mengeluarkan peralatan & perlengkapan berburu masing-masing. Kakek tanpa perlu di komandoi langsung bergerak ke arah utara di ikuti oleh P’Am & Ando sang cucu tercinta. DK menyusul tak lama kemudian saya pun bergegas mengikuti jejak rekan2 yang lainnya.

“Head Shoot”

Lokasi ini terasa sedikit jauh & luas mungkin karana baru pertama kali kami menelusirunya. Tiba2 Door… suara senapan keluar dari ujung laras DK yang di arahkan ke salah satu Tup2 yang nagkring di pohon durian. Rekan2 yang lain pun bergegas bergabung ke lokasi DK berada takut tup2 yang di buru oleh DK kabur. Memang dasar Tup2, dia terus berladi dari dahan yang satu ke dahan yang lain, P’Am langsung melepaskan tembakan begitu sang Tup2 lari kearahnya “Dooo…rrr” ternyata tembaka P’Am meleset, begitu juga dengan Ando melepaskan tembakan yg serupa, tapi kali ini ando tidak berkomentar seperti pada waktu pertama kali ia ikut ke berburu di Desa Baduik karena tembakannya juga meleset sangat jauh. Mungkin sang tupai bergumam “ha ha ha … aku di keroyok oleh empat orang namun tidak kena….”. Kami yakin sang Tup2 tidak akan jauh lari karena pohon durian yang di tempatinya hanya satu batang saja, rantingnya tidak ada yang bersentuhan dengan ranting yang lainnya. Ia hanya bisa lari dengan menuruni puhon tersebut baru ia bisa menyeberang ke pepohonan yang lainnya. Memang betul apa yang kami prediksi, sang Tup2 turun dengan gesitnya dan langsung berpindah ke pohon pisang yang ada persis di bawah pohon durian dan langsung berlari ke arah pohon rambutuan yang berada di seberang jalan setapak. Saya dan P’Am sudah menunggu di seberang, Begitu sasaran terkunci & pas pada posisi ring target tembakan pun saya lepaskan Door… sasaran kena, akan tetapi tidak langsung KO, di sambung dengan tembakan oleh DK yang juga mengenai sasaran namun belum juga KO tetapi sang Tup2 berlari ke arah bawah. Kami yakin kalau dia (Tup2;red) mesti kalah.

Besarkan Bangaunya…

Saya terus berusaha untuk mencari dimana keberadaan tup2 tersebut, hampir 15 menit saya mencarinya, berdasarkan pengelaman selama ini apabila tup2 lari ke tanah, ia pasti mencari / bersembunyi di semak2 atau ranting2 pohon mati yang ada di sekitar pohon tempat ia jatuh. Semak2 saya bongkar, ranting kayu saya sinkirkan akan tetapi belum ketemu juga. Saya hampir putus asa di tambah lagi pernyataan Kakek kalau tup2 tersebut lari kembali ke atas pohon. Saya dan P’Am tidak yakin dengan hal tersebut saya ulangi untuk mencarinya, akhirnya saya menemukan tup2 tersebut di lokasi tumpukan kayu yang cukup besar. Saya sempat kaget, ternyata tup2 itu belum mati, tanpa pikir panjang saya mengambil belati & langsung menyembelihnya, Allahhu akbar… sang Tup2 pun mati dengan wajar.

Tempat demi tempat kami lalui, jalan demi jalan kami lewati, badan ini pun sudah terasa sedikit letih sampai akhirnya di kami istirahat sejenak di sebuah pondok dekat kebun karet. Tak lama berselang melemaskan badan, tiba2 Kakek memberi aba2 kepada saya kalau ada seekor Tup2 yang sedang asik  makan di ranting pohon & berlari di kawat pagar menuju sarangnya. Saya langsung melihat kearah jari tangan Kakek yang mengisyaratkan keberadaan Tup & berlari menuju sasaran sambil mebawa senapan. Saya tidak membutuhkan waktu banyak untuk melumpuhkan sasaran, hanya butuh waktu 5 menit saja sasran dapat saya tumbangkan.

Mengapa hal ini bisa saya lakukan, karena sebelum sang Tup2 sampai di sarangnya dia berhenti sejenak sambil menikmati makanannya, pada saat itulah saya mengambil kesempatan mengarahkan ujung laras senapan kearahnya… Dorrr… Head Shoot… sasaran langsung KO tepat pada bahagian kepala.

Minggu, 24 April 2011

Kerja Sama Di Pinggir Sungai

Minggu ini rencana semula kami akan berangkat berpetualang dengan menggunakan sepeda motor karena kami kedatangan tamu dari rekan2 mahasiswa UIR (Universitas Islam Riau) yaitu Ryan als Kiting & Daus. Malam minggu koordinasi ulang kami laksanakan dengan hasil Kakek tidak bisa berangkat karena ada kerja bakti gotong royong warga tempatan untuk membersihkan selokan / parit yang mana kakek sebagi kepala sukunya. Sudah disepakati esok harinya yang akan turut berpetualang yaitu Vhoodhie, P’Am, Kapsuy, DK, Kiting & Daus. Pagi harinya DK berhalangan untuk berangkat juga karena ada pekerjaan yang tidak dapat di tinggalkan. Akhirnya kami tetap memutuskan untuk berangkat berburu menuju lokasi minggu yang lalu. Kami berharap buruan kali ini lebih banyak lagi & tentunya dengan target utama yaitu Bangau.

Dalam perjalanan cuaca kurang mendukung, di tandai dengan turunnya hujan yang cukup lebat di daerah Rimbo Panjang. Alhamdulillah hujan tidak sampai di lokasi perburuan. Jika Tuhan berkehendak tidak ada satu orangpun yang mampu untuk menolaknya, tak selang beberapa menit saja hujanpun turun dengan lebatnya di lokasi perburuan. Kami pun berteduh di pondok milik petani tempatan menunggu redanya hujan sambil menikmati sarapan pagi sebuah pepaya yang tentunya di bagi 5 dong… mangan ora mangan seng penting ngumpul… ha ha ha dorr… dorr… dorr

Kiting Latihan Menembak

Hujan yang mengguyur di lokasi perburuan cukup lama, teduh sebentar hujan lagi begitulah cuaca yang sedikit kurang bersahabat yang sangat mempengaruhi keberadaan Tup2. Ada beberapa tempat perhentian yang kami lalui tentunya sambil menunggu hujan reda. Situasi ini digunakan untuk latihan oleh Kiting & Daus, ya… untuk mengasah skill biar menjadi penembak jitu… he he he

Siangpun menjelang, matahari pun mulai menampakkan wajahnya… waktu pun telah menunjukkan pukul 11.30 wib. Kami semua sepakat untuk balik kanan walaupun hanya dengan hasil buruan yang sangat minim 3 ekor Tup2 saja. Hal ini tetap kami syukuri, kami pun melangkah menuju warung kopi untuk makan siang dan tentunya istirahat sejenak mengumpulkan tenaga untuk pulang ke pekanbaru.

Panen Buah Durian Montong

Akhir Perjalanan sebelum pulang ke pekanbaru kami singgah terlebih dahulu di kebun “Durian Montong” milik yang punya warung.

Minggu, 22 Mei 2011

Akhirnya setelah lama libur hampir 3 minggu lamanya, kami melanjutkan kegiatan berburu. Minggu ini kami kedatangan tamu istimewa yaitu Raja yang berkeinginan untuk turut serta ikut menaklukkan alam bebas, hutan rimba & cuaca yang berubah sewaktu-waktu.

“Raja Novanda” si Pemburu Cilik

Sebelum keberangkatan, anggota ISAP sudah melakukan komunikasi tentang kegiatan untuk minggu ini agar kepastian untuk brangkat berpetualang dapat terlaksana dengan baik.

Minggu, 29 Juni 2011

Tidak ada rencana atau pun pembicaraan yg disepakati sebelum keberangkatan untuk berburu. Pagi sekira pukul 06.00 wib P’ Am seperti biasa sudah stand by di depan rumah menunggu anggota yang lainnnya sembari menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi. Tiba2 ada salah seorang tetangga menyapa :

Tetangga : Pagi P’ Am, apa kegiatan hari ini kayaknya ada yang di tunggu???

P’ Am : Pagi juga pak, iya nih lagi menunggu kawan2… biasa pak kegiatan rutin pergi berburu.

Tetangga : Wah klu begitu saya ikut ya???

P’ Am : Silahkan pak dengan senang hati.

Akhirnya minggu ini kami kedatangan seorang tamu yang telah lama berencana untuk turut serta bergabung berburu yaitu Pak Darmusal yang lebih akrab di panggil P’ Dam. Kami juga masih di temani oleh pemburu cilik, sipa lagi kalau bukan Raja Novanda. Lokasi berburu yang kami jadikan sasaran adalah daerah pulau Rambai. Daerah ini cukup lama tidak kami kunjungi dengan harapan tentunya banyak hasil buruan yang akan kami peroleh.

Begitu kami sampai di seberang, kami langsung menyebar mencari sasaran masing-masing. Saya dan Raja kearah Timur, sementara P’ Am sibuk memburu sasaran Tup2 yg langsung menyambut kedatangan P’Am di pulau Rambai tersebut. Sedangkan P’ Dam & Kakek menuju arah utara. Jalan demi jalan kami lalui, pohon demi pohon kami datangi, sasaran belum juga dapat kami lumpuhkan. Setelah kami lama berjalan kami istirahat sejanak, sambil melepaskan lelah baru kami sadari ternyata di pulau ini tidak musim buah makanya para Tup2 kelihatan sepi.

Perburuan hari ini diakhiri pada pukul 11.30 wib dengan hasil 2 ekor Tup2 saja.

Minggu, 17 Juli 2011

Minggu ini kami berangkat agak terlambat sekira pukul 06.15 wib. Seperti biasa sebelum kami memulai berpetualang kami singgah dahulu di warung kopi untuk sarapan pagi sebagai antisipasi kalau2 nantinya medan maupun cuaca kurang bersahabat dalam artian kalau perut sudah agak kenyang tenaga pun cukup kuat untuk melakukan pertualangan.

Saat ini lokasi perburuan kami tujukan ke desa yg telah lama tidak kami kunjungi yaitu desa Baduit. Desa ini cukup lama tidak kami kunjungi, hal ini dikarenakan akses jalan menuju lokasi tersebut cukup parah sehingga susah untuk di lalui oleh kendaraan roda 4 / minibus apalagi sedan. Hal lain yang membuat kami tidak mengunjungi desa ini yaitu telah berkurangnya tempat Tup-Tup mencari makan hal ini ditandai dengan bayaknya perkebunan karet / durian masyarakat yg  dialih fungsikan menjadi kebun cabai, ketimun, kacang panjang dll sebagainya sehingga pohon-pohon durian di tebang untuk di ambil kayunya sebagai bahan untuk membangun rumah.

Perburuan minggu ini cukup menyenangkan kami mendapat 4 (empat) ekor Tup-Tup dan 2 (dua) ekor burung.

Minggu, 31 Juli 2011

Beberapa hari sebelumnya tepatnya pada hari Kamis tanggal 280711 anggota ISAP secara spontan berkumpul di warung Bu’ Yuli untuk membahas arah dan tujuan untuk berburu. Perbincangan ini terjadi dikarenakan tanggal 01 Agustus 2011 umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, apakah minggu besok kita akan melaksanakan perburuan atau tidak. Pertanyaan ini timbaul akibat adanya kebiasaan masyarakat kota propinsi Riau antara lain Kota Pekanbaru, Kota Kampar, Kota kuansing dl kota-kota lainnya, sebelum melaksanakan ibadah puasa satu hari sebelumnya atau bertepatan tanggal 31 Juli 2011 yang jatuh pada hari minggu melaksanakan ritual yg biasa disebut “Mandi Balimau”.

Lokasi yang biasa kami kunjungi adalah di wilayah Kabupaten Kampar. Di kabupaten ini banyak sekali masyarakat yg melaksanakan Mandi Balimau. Mengingat lokasi-lokasi yang sering kami kunjungi untuk berburu melaksanakan “Mandi Balimau” kami kami mencoba untuk mencari lokasi baru. Lokasi yang kami tuju yaitu di wilayah Desa muara fajar masih di wilayah kota pekanbaru. Saasaran kami masih tetap berburu Tup-Tup.

Ada informasi dari beberapa nara sumber mengatakan kalau di lokasi desa muaar fajar juga banyak terdapat Ayah Hutan. Info inilah yg membuat kami lebih bersemangat lagi untuk melaksanakan perburuan di penghujung bulan sembari esoknya menyambut dan melaksanakan ibadah puasa.

Minggu ini kami berangkat hanya 4 (empat) personil yaitu Vhoodhie, Kakek, P’ Am & Deka. Sebelumnya Firdaus & Raja juga igin bergabung. Dikarenakan adanya komunikasi yang kurang lancar Vhoodhie lupa untuk menghubungi kembali Firdaus sehingga absen untuk ikut serta untuk berburu.

Pukul 06.00 wib kami langsung tancap gas menuju lokasi tersebut. Berhubung lakasi in bari pertama kali kami kunjungi tentunya perjalanan sedikit lambat karena kami harus memantau lokasi mana yang cocok untuk berburu. Akhirnya kami putuskan berhenti di salah satu kebun sawit. Kami langsung di sambut oleh gerombolan burung punai yang hinggap cukup jauh di pepohonan. Kami berharap akan menemukan Ayam Hutan. Hampir 30 menit kami menyusuri perkebunan sawit tidak satu pun ayam hutan yg kelihatan. Vhoodhie menemui salah seorang warga tempatan & menanyakan dimana lokasi Ayam Hutan di wilayah ini. “Dilokasi / kampung ini tidak ada ayam hutan kalau Burung Belibis ada yaitu di lokasi PT” kata warga tersebut. Rupanya P’ Am juga mendapat info yang sama, kami pun langsung menuju lokai yang di tunjukkanoleh warga tersebut.

Dilokasi milik PT.Perkebunan ini kami berusaha untuk mencari buruan yang kami inginkan, namun kami tidak satu pun mendaparkannya. Cuaca yang cukup terik & mendan yang berbukit mebuat tanaga kami terkuras cukup banyak alias hijau2 alias capek.

Perburuan kami akhiri pada pukul 11.30 wib yang ditutup dengan makan siang di salah satu warung milik warga tempatan. Diwarung ini kami juga mendapat suguhan buah kelapa muda yang segar sehingga dapat menghilangkan dahaga.

Kami segenap Keluarga Besar

Ikatan Senapan Angin Pekanbaru (ISAP)

mengucapkan

Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432 H / 2011

Semoga Ibadah kita diterima Allah SWT”

&

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H / 2011

Minal Aidin Walfaidzhin Mohon Maaf Lahir & Batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s