Berburu Tupai Edisi 2010-Jilid 1

Minggu, 09 Mei 2010

Awal mula saya dan rekan2 tidak terfikir untuk melakukan aktifitas berburu, apalagi sampai pergi ke suatu daerah untuk melaksanakn aktifitas tersebut. Sebelumnya saya hanya sekedar berlatih menggunakan Senapan Angin (yang sudah lama tidak saya pakai) dengan memanfaatkan tanah yang luasnya tidak seberapa hanya 10 x 30 meter persegi. Diatas tanah tersebut terdapat sebuah pondok yang saya bangun untuk istirahat. Sembari istirahat saya manfaatkan waktu untuk belajar menembak sasaran berupa gambar ring target dengan jarak 10 – 20 meter saja.

Hari berlalu & minggu berlalu, tiba salah seorang Rekan yang tinggal di satu komplek menanyakan:

“Dari mana Bang, bawa senapan angin, habis berburu ya?”

saya pun menjawab “tidak, dari pondok, hanya latihan nembak saja”

Setelah kejadian tersebut, rekan itu pun ikut bergabung latihan bersama. Setelah beberapa kali latihan mulailah terfikir untuk beraktifitas berburu. Lokasi pertama yang menjadi tempat tujuan kami adalah di kawasan hutan karet. Lokasi ini di tunjukkan oleh salah seorang warga yang kebetulan pernah bekerja di lokasi tersebut dan ia menginformasikan bahwa di situ (lokasi tersebut) banyak bermacam2 burung, tupai bahkan babi pun ada.

Berdasarkan informasi awal tersebut kami merencanakan untuk berangkat ke sana dengan didampingi oleh warga tersebut sebagai penunjuk arah. Di Lokasi ini kami melaksanakan aktifitas selama hampir1 bulan dengan hasil buruan bermacam-macam yaitu burung, tupai dll.

Uniknya di lokasi ini ada kebun Semangka dan kebun Ketimun. Bila kami tidak dapat hasil buruan maka kami pulang dengan membawa Semangka atau Ketimun yg dapat di beli langsung kepada petani tersebut dengan harga murah. Bayangkan saja, dengan Rp.5.000,- kami diberi 2 buah semangka dengan berat masing2 hampir 4 Kg, bayangkan saja 8 Kg hanya dibayar dengan harga Rp.5.000,- murah…kan.

Perburuan dilokasi ini berlangsung hampir 1 1/2 bulan lamanya. salah seorang dari teman saya memberi tahu suatu tempat dimana di lokasi tersebut banyak sekali hewan yang sangat cocok dengan yang kami inginkan yaitu Tupai. Lokasi tersebut disebut dengan nama Danau Bingkuang yang terletak di Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Lokasi ini sangat banyak terdapat kebun Durian, Coklat, Sawit dan Karet.

Saat pertama kali kami pergi ke lokasi ini, kami mencari informasi terlebih dahulu tentang seluk beluk kampung tersebut. Kami menanyakan kepada salah seorang warga tempatan yang kebetulan berwarung kopi. Dari sanalah kami bermula bertanya mengenai seluk beluk kampung tersebut dan kami sampaikan kepada warga tersebut bahwa kami ingin berburu Hewan Tupai. Masyarakat tersebut sangat senang dimana Hewan tersebut merupakan hama bagi tanaman perkebunan mereka. Mereka mengeluhkan seringnya tanaman (coklat, durian & sawit) mereka dimakan oleh tupai, sehinga hasil panen mereka tidak  maksimal.

B’ Syam Membersihkan Hasil Buruan (Tup-Tup)

Dengan adanya informasi awal tersebut kami mulailah berburu tupai dilokai yang baru ini. Sungguh diluar biasa dikebun durian yang kami kunjungi tersebut sangat banyak Tupai berkeliaran di ranting, dahan maupun pohon yang tentunya hewan2 tersebut tidak diam begitu saja. Begitu melihat kedatangan kami mereka langsung berlompatan kesana kemari, dari ranting pohon yang satu keranting pohon yang lainnya.

Hal inilah yang membuat kami sangat tertantang untuk berburu tupai, mengapa demikian? karena :

Tujuan utama dari kami berburu Tupai adalah :

1. Untuk kesehatan.

Dimana konon kata orang yg telah pernah memakan daging Tupai berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit antara lain untuk Sakit Kencing Manis / Diabetes, Asma / Sesak Nafas, Gatal-Gatal & berbagai penyekit lainnya.

2. Membantu para petani membasmi hama perkebunan mereka.

3. Melatih kemahiran menembak (sasaran yang bergerak & jauh).

4. Melatih fisik terutama Dengkul biar lebih kuat untuk berjalan jauh.

5. Tak kalah pentingnya adalah untuk menghilangkan stress.

Minggu, 30 Mei 2010

Pertualangan kami sedikit mengalami gangguan yg cukup berpengaruh terhadap perburuan, dimana cuaca saat itu hujan cukup lebat sehingga sedikit menyulitkan kami untuk menuju lokasi perburuan. Sesampainya di lokasi yg kami lakukan pertama kali adalah sarapan pagi sembari menunggu hujan reda.

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 wib, sudah hampir 2 jam kami berada di warung kopi tersebut hujan pun belum reda sehingga mulcullah kata-kata dari salah seorang anggota ISAP “bagaimana… sudah 2 jam kita disini, kita lanjutkan saja perburuan hari ini???”

Kami pun melanjutkan pertualangan dengan guyuran hujan yg cukup lebat. Lokasi-lokasi perkebunan kami datangi, jalan aspal dan setapak kami lalui dan tak luput persawahan pun kami datangi. Memang nasib belum beruntung tak satu pun buruan yg kami inginkan kami temui di lokai-lokasi tersebut. 1 jam pertama kami berjalan hujan pun semakin lebat dan kami mengambil keputusan untuk berteduh sejenak di pondok petani jeruk. Sembari beristirahat, mata kami senantiasa memperhatikan situasi dan keadaan sekitar mana tahu ada buruan yg kami inginkan.

Brung Udang-Udang & Tup-Tup

Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata buruan kami pun datang akan tetapi bukan seekor Tupai melainkan seekor burung. Penduduk setempat menamakannya Burung Udang-Udang. Tanpa pikir panjang salah seorang anggota ISAP bernama DK dengan sigap angkat senjata sembari ambil sikap menembak menuju sasaran (jarak tembak kira-kira 25 mtr) yg bertengger diatas ranting pohon kering, door… suara senapan berbunyi begitu pelatuk senapan di tekan. Hanya dengan waktu sekian detik sasaran langsung terkapar.

Minggu, 6 Juni 2010

Keasikan kumpul malam mingguan dengan anggota ISAP tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 01.00 wib dini hari. Kami pun bubar istirahat untuk persiapan melanjutkan pertualangan berburu.

Sungguh diluar dugaan, kami tertidur pulas, betapa kagetnya melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.30 wib. Kontan didalam hati bergumam “wah… terlambat bangunnya, jangan2 rekan2 yang lain sudah pada menunggu”. Sembari menunggu kabar dari rekan2 yang lain saya mempersiapkan peralatan dan bekal yang akan dibawa. Saya pun jadi heran kenapa belum ada rekan yg menghubungi saya baik melalui HP maupun datang langsung kerumah. Saya coba untuk menghubungi rekan2 melalui HP, eh… ternyata kabar yang saya terima sama persis dengan apa yang saya alami pagi ini. Mau tau apa kejadian tersebut ??? Nah coba tebak!!! Benar… mereka juga terlambat bangunnya seperti saya hi hi hi … jadi malu ^_^

Satu persatu saya telpon rekan2… akhirnya hari ini kami putuskan untuk berangkat ke lokasi perburuan (kebun durian di daerah Kabupaten Kampar) dengan menggunakan sepeda motor karena anggota ISAP yang berangkat hanya 2 (dua) personil yaitu saya dan DK, sedangkan rekan2 yang lain ada hal / keperluan yang penting. Kami tetap semangat walau hanya berangkat berdua. Tanpa ragu DK pun langsung tancap gas.

Akhirnya kami berangkat tepat pukul 06.00 wib. Sekira pukul 06.30 wib kami tiba di lokasi, tanpa pikir panjang kami langsung menggelar peralatan berburu (senapan, pisau, mimis/peluru, dan tak lupa Autan, maklum banyak nyamuk”). Dilokasi pertama hanya menemukan 2 (dua) ekor tupai dengan jarak tembak yang cukup jauh & pergerakan tupai yang sangat lincah. Setelah hampir 1 1/2 jam kami berpetualang tanpa hasil, akhirnya kami pun bergumam :

DK      : ” bang kelihatannya sepi Tup Tup (panggilan untuk tupai.Red) & kelihatannya mereka tahu kedatangan kita”.

Saya   : “Iya DK… sepertinya mereka sudah tahu kedatangan kita”

DK      : ” jd bagaimana bang???”

Saya   : “Kalau begitu kita sarapan dulu”

kami pun sarapan pagi dilokasi tersebut sambil memikirkan arah mana yang kami tuju untuk melanjutkan perburuan. Akhirya kami memutuskan untuk kelokasi yang rutin kami lalui.

Galuh “Anggota ISAP”

Alhamdulliah, dilokasi ini kami hanya mendapat 1 (satu) ekor tupai saja. Sungguh luar biasa, tupai yang kami dapat baru dapat dilumpuhkan dengan tiga kali tembakan. Kami sempat kewalahan mengejarnya setelah tembakan pertama sang tupai tidak jatuh & lari berpindah ke pohon yang satu, tembakan ke dua juga mengenai sasaran pada bahagian tubuh sang tupai namun sang tupai tetap pada posisi memeluk pohon, baru pada tembakan ketiga sang tupai akhirnya dapat dilumpuhkan.

Minggu, 13 Juni 2010

Piala Dunia 2010 telah dimulai, jadwal pertandingan sampai dini hari. Hal ini tidak mengurangi semangat rekan2 anggota ISAP untuk melanjutkan pertualangan berburu Tupai. Sebelum pertandingan antara Inggris vs Amerika kami berkumpul sejenak untuk membahas rencana pertualangan esok harinya. Setelah perbincangan yang cukup alot akhirnya diputuskan untuk berangkat pukul 08.00 wib.

Minggu, 20 Juni 2010

Hari ini kami kedatangan 2 orang anggota baru (Pak SJ & Pak NA). Setelah kesepakatan bersama di putuskan untuk berangkat ke lokasi berburu pukul 10.00 wib. Mobil langsung tancap gas tanpa kompromi. Navigator (Bang NS) langsung menginstruksikan ke lokasi yang biasa kami kunjungi.

Kekek, Deka, P’ Jon, B’ Nikmat & Vhoodhie

Senjata & peralatan pendukung lainnya telah dipersiapkan. Sesampainya dilokasi kami langsung bergerak mengitari kawasan perkebunan. Sy & DK langsung ke sisi kanan jalan dan yg lainnya ke sisi kiri jalan menuju area persawahan. Sy & DK langsung di sambut oleh beberapa ekor tupai yg langsung bubar begitu melihat kedatangan kami. Kami berusaha untuk mengendap-endap bersembunyi di balik pohon sawit agar tidak kelihatan oleh Tup-Tup, tiba2 Door… suara senapan DK berbunyi sembari berlari menuju sasaran. DK : “lari dia bang… (dengan wajah sedikit penasaran)”. Sy melihat Tup-Tup lari menuju pohon durian. Malang tak dapat di tolak, untuk tak dapat diraih, Tup-Tup tersebut tak kunjung turun dan menghilang dipepohonan.

Minggu, 27 Juni 2010

Hari ini kami tidak dapat melaksanakan aktivitas rutin. Hal ini dikarenakan beberapa hal yaitu :

1. Dilokasi domisili ISAP ada tetangga yang melaksanakan hajatan pesta perkawinan, sehingga sebahagian besar anggota ikut serta menjadi panitia perhelatan tersebut.

2. Saya sendiri berhalangan untuk pergi dikarenakan menanti kelahiran si cabang bayi yang kedua. Alhamdulillah berkat rahmad Allah SWT & do’a rekan2 semua anak saya lahir dengan selamat pada pukul 19.30 wib, Perempuan, berat 2,7 kg, panjang 47 cm.

Minggu, 18 Juli 2010

Dua hari sebelum aktifitas berburu, anggota ISAP melakukan diskusi bersama. Tema diskusi yaitu daerah mana yg akan dituju minggu besok dan siapa saja personil yg akan ikut berpetualang. Manusia (Anggota ISAP) hanya bisa berencana dan kepastian hanya Allah SWT saja yg bisa memiliki. Pada hari H banyak anggota yang tidak dapat mengikuti pertualangan antara lain Bang NS, Pak SJ, YS, dan Pak NA. Mereka tidak dapat berangkat karena ada sesuatu hal & pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Akhirnya hanya 4 (empat) personil yang dapat melaksanakan perualangan yaitu Vhoodhie, Deka, Kakek & 1 (satu) anggota baru yaitu Kapsuy. Pukul 05.30 wib kami berangkat, tiba pada pukul 06.05 wib. Lokasi berburu masih didaerah Kab.Kampar. Arealnya cukup menantang dimana daerah tersebut terdapat Bukit, Sungai, Jembatan Kayu, perkebunanan Sawit & Durian.

Lokasi Kebun Durian & Sawit

Hari ini kami sangat puas, dan sangat tertantang, mengapa demikian? dilokasi ini dalam waktu kurang lebih 2 jam kami sudah mendapat 7 (tujuh) ekor Tup-Tup. Dalam perburuan ini suasana berburu bercampur baur ada rasa tegang, ada rasa canda & ada rasa kesal semua bercampur baur menjadi satu.

Rasa Tegang, disini kami semua berpencar sembari mengejar Tup-Tup yang berlari melompat dari dahan pohon satu kedahan pohon yang lainnya, begitu sasaran masuk dalam sasaran tembak jantung langsung berdebar jangan sampai tembakan melenceng, dan sasaran kabur lagi.

Rasa Canda, sambil melihat sasaran (Tup-Tup), kami juga melakukan pangilan berupa bunyi-bunyian / nada yang cukup khas untuk memanggil Tup-Tup. Bunyian / nada tersebut hampir mirip suaranya dengan… mohon maaf sebelumnya kalau kurang berkenan yaitu mirip suara kentut. Dengan bunyian / nada inilah kami berusaha memanggil / memancing agar Tup-Tup keluar dari sarangnya. Kejadian yang sangat membuat kami terpingkal2 yaitu ketika anggota baru ISAP bernama Kapsuy mencoba untuk menurikan bunyi / nada tersebut, begitu bibirnya berusaha untuk mencoba, bukan suara dari mulutnya yang keluar akan tetapi langsung dari onderdil bahagian belakang… prooot… kontan bunyi ini membuat kami tertawa terbahak2, apalagi KK yg langsung berkomentar “jangan2 dengan isi2nya pun ikut keluar” ha ha ha…

Rasa Kesal, kadang emosional tinggi membuat hasil pidikan terhadap sasaran tidak akurat sehingga buruanpun jd kabur.

Minggu, 25 Juli 2010

Berdasarkan pengalaman & hasil buruan minggu lalu membuat anggota ISAP lainnya tertantang untuk bergabung, apalagi hasil buruan yang melimpah kami santap dengan menu Tupai Goreng ala Chef Vhoodhie & Tupai Panggang ala Pondok Ikan Bakar TAPIAN MANINJAU dengan bumbu spesial. Jka ada yang berminat mencicipi silahkan bergabung dengan ISAP atau datang langsung ke Pondok Ikan Bakar Tapian Maninjau Jl.Durian / samping Wulan Gorden Kel.Labuh Baru Timur Kec.Payung Sekaki Kota Perkanbaru Riau.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih… minggu ini pun kami berpetualang hanya 4 personil. Hari ini kami tidak didampingi oleh DK. Subuh itu seperti biasa SY sms DK namun tidak ada balasan dan saya coba untuk menghubungi, tidak aktif. Dapat informasi ternyata DK atit deman.

Kapsuy Ngincar Burung Balam

Kami berangkat meninggalkan Kota Pekanbaru menuju lokasi yang lalu. Hari ini kami hanya dapat buruan 2 ekor saja. Sesuai dengan perjanjian, “Sebagai anggota baru dan senapan sudah di stel akurat, Kapsuy hr ini harus dapat hasil buruan, kalau tidak dapat belum boleh pulang”. Dengan semangat 45 Kapsuy menerima tantangan tersebut. Coba saja lihat foto diatas, dengan konsentrasi penuh & menggunakan blangkon Kapsuy menapaki dan mengawasi setiap pohon yang ada. Door… dengan bangga ia berkata “pulang… pulang… sambil memegang seokor Tup-Tup”.

Kapsuy & B’ Syam dengan Hasil Buruan “kita bagi dua saja biar adil he he he…”

Kapsuy & NS dengan hasil buruan sambil berdialaog “dapat Kapsuy… tapi kecil-kecil”. Tak apa P’ NS yang penting badan sehat.

Minggu, 01 Agustus 2010

Minggu sebelumnya kami sudah merencanakan utk mencoba mencari lokasi yg baru. Kami sepakat minggu ini kami pergi ke Lokasi Seberang Danau Bingkuang tepatnya di Desa Pulau Duit. Didesa ini pepohonan Durian sedang berbunga. Berdasarkan informasi dari warga desa tersebut “apabila durian sedang bernunga biasanya rombongan Kalong pada berdatangan”.

Informasi ini ternyata benar, kami menemukan gerombolan kalong dengan ukuran sangat besar. Dilokasi ini kami mendapatkan 4 ekor Tup-Tup, 2 Kalong. Perburuan kali ini hanya dikuti oleh  3 (tiga) personil yaitu Vhoodhie, Deka & Kapsuy. Kalong kami dapat ukurannya lumayan besar, berat perekornya mencapai 0.8 Kg. Ya… lumayan lah hasil buruan minggu ini.

Minggu, 080810

Minggu ini kami kedatangan anggota baru yaitu P’Am. Beliau sudah lama sekali ingin bergabung dengan ISAP akan tetapi waktu dan kesempatan yang belum memungkinkan beliau untuk dapat bersama rekan2 berpetualang berburu tupai. Baru minggu ini P’Am dapat bergabung. Kami berangkat menggunakan 3 sepeda motor menuju lokasi baru di seberang sungai Danau Bingkuang.

P’Am yg baru pertama kali bergabung dengan ISAP ternyata sangat gesit dalam berburu, sambil bercanda Vhoodhie berkata “walaupun sudah lama tidak berburu ternyata kepandaian & kelincahan P’Am berburu tidak pudar” hal ini dibuktikan dengan seekor Tup-Tup yang berhasil dilimpuhkan oleh P’Am. Kakek pun berkomentar, “P’Am itu mengulang kaji lama karena sudah lama tidak… (menembak)” dan langsung di sambut dengan tepuk tangan dan tawa riang “ha ha ha …”

Minggu ini merupakan minggu terakhir untuk seluruh Anggota ISAP melakukan perburuan, hal ini dikarenakan minggu depan kita sudah menyambut bulan suci Ramadhan dan insyaallah akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

Kami segenap Keluarga Besar Ikatan Senapan Angin Pekanbaru (ISAP) mengucapkan “Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Minal Iadin Walfaizin Mohon Maaf Lahir & Batin”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s