Berburu Tupai Edisi 2010-Jilid 2

Minggu, 19 September 2010

Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa & telah seminggu pula lebaran berlalu, barulah kami (Anggota ISAP) melaksanakan pertualangan kembali untuk berburu. Selama bulan puasa setelah melaksanakan sholat tarawih sesekali kami berkumpul sembari membahas pengalaman selama berburu Tup-Tup. Dengan adanya perubahan terhadap kesehatan tubuh dari beberapa orang bapak-bapak yg telah mengkonsumsi daging Tupai yg kami hidangkan (digoreng maupun di panggang), maka mulailah banyak permintaan / pemesanan kepada Anggota ISAP.

Kakek & Deka Dengan Hasil Buruan

Dengan adanya pesanan khusus tersebut menambah semangat anggota ISAP untuk berpetualang. Hari ini kami berangkat menuju lokasi desa Bakuok yg masih bertempat di daerah Kabupaten Kampar – Riau. Walaupun kami berangkat hanya 3 personil, hal ini  tidak menurunkan semangat kami & ini dibuktikan dengan waktu keberangkatan pada pukul 05.30 wib. Lihat saja pada gambar disamping, dengan semangat yang kuat Kakek berhasil mendapatkan buruan walaupun berada di tengah semak belukar. Alhamdulullah di lokasi ini kami mendapat 5 ekor Tupai. Sesuai pesanan yg diinginkan (bahagian2 tertantu dari tubuh Tupai) langsung kami distribusikan kepada warga yang menginginkannya.

Minggu, 260910

Semula kami akan berangkat ke lokasi berburu hanya 4 personil yaitu Vhoodhie, Deka, Kakek & Kapsuy, ternyata subuh sebelum berangkat B’ Syam berkesempatan untuk bergabung. Tentunya hal ini menambah semangat rekan-rekan yang lain. Dilokasi perburuan kami sedikit mengalami gangguan dimana salah satu anggota ISAP yaitu B’ Syam mengalami kecelakaan yg tidak begitu serius akan tetapi sedikit mengurangi kelincahan dalam berpetualang. Kecelakaan ini bermula pada saat B’ Syam mengisi ulang / memompa senapan milik Kakek, tiba-tiba tuas pompa terlepas & psontan B’ Syam berbalik melawan arah agar badan tidak terbalik kebelakang & melakukan tekanan yg begitu kuat kearah bawah yg ternyata mengenai kaki kanan bahagian jari manis & kelingking. Kontan suara jerit kesakitan keluar dari mulut B’ Syam sembari menahan rasa sakit yg teramat sangat. Saya pun terkejut melihat kejadian yg pada saat itu persis berada di samping B’ Syam. Melihat kejadian itu Vhoodhie menyarankan kepada B’ Syam untuk duduk sejenak & melihat keadaan kakinya. Alhamdulillah tidak ada luka sobek hanya luka dalam saja. Kakek yang juga mengetahui kejadian tersebut berusaha untuk melakukan pertolongan kepada B’ Syam dengan cara memijat / urut kaki tersebut, akan tetapi B’ Syam mencoba untuk menolaknya karena takut rasa sakitnya. Tanpa sepengetahuan B’Syam kakek langsung menarik jari kakinya “kraaak…” yg juga disambut jeritan rasa sakit, “awww… sudah tu kek… sakit” jawab B’ Syam sambil melompat2.

Hal ini membuat aktifitas berburu B’ Syam berkurang dan memilih untuk stand by di mobil. Para personil lainnya tetap melanjutkan perburuan tanpa di dampingi oleh B’ Syam.

Minggu, 031010

Hari ini kami berangkat tanpa di dampingi oleh B’ Syam yg masih dalam keadaan bersedih karena luka yg dialami minggu lalu belum sembuh, akan tetapi kami kedatangan anggota baru yaitu Rolando Waruhu biasa akrab di panggil Ando yg kebetulan cucu dari Kakek. Ando berumur sekitar 12 Tahun. Motifasi Ando untuk bergabung dengan ISAP adalah karena ia penasaran untuk ikut berpetualang berburu Tupai. Selama ini Ando hanya mendengar cerita & hanya menikmati hasil buruan saja.

Rolando Waruhu Anggota Baru ISAP

Baru sekitar 15 menit melaksanakan perburuan, Ando melihat seekor Tup-Tup yang berada di sebuah pohon rambutan. Bukannya mengambil ancang2 untuk menembak sasaran akan tetapi ando berkoordinasi dahulu dengan Kakek sehingga terjadi percakapan singkat yg cukup meeganggkan namun lucu :

Ando :  “Kek… ada Tup-Tup di pohon rambutan”

Kakek : ” Yaaa… tembak lah! utk apa senapan di pegang saja” gumam Kakek kepada Ando yg hanya melihat Tup-Tup tanpa mengambil ancang2 untuk memidik sasaran sementara senapan di tangannya.

Sesuai dengan perintah Kakek, Ando pun memidik sasaran dengan seksana, sementara yang lainnya memperhatikan bagaimana Ando menembak apakah sesuai dengan apa yang dilakukannya selama ini yaitu main Game On Line Point Blank (katanya sih jago). Ternyata memang benar, sasaran kena & jatuh, Ando pun bersorak dengan girangnya ” wiii…h kena Kek, Kena Kek”, sang Kakek bukannya senang atau gembira akan tetapi begumam kesal “Kejar ndo tup-tupnya!!!”. Si Ando malah bingung Kok kakek malah marah padahal kan Tup-Tup nya sudah jatuh.

Ando pun mendatangi tempat di mana tup-Tup tersebut jatuh namun tidak mendapatkannya. ini merupakan pengalaman Ando yang pertama kali, ternyata Tup-Tup apa bila di tembak tidak tepat pada bahagian kepala / jantung / tulang punggung walaupun jatuh dia (Tup-Tup;red) jatuh tetap akanberusaha untuk lari menyelamatkan diri.

Perburuan kali ini kami mendapat tantangan yg cukup berat, dimana Tup-Tup jauh berada di pucuk pohon yg jarak tempuhnya melebihi jarak tempuh senapan angin. Kami juga banyak menghabiskan peluru / mimis / amunisi karena sasaran yg dituju tersebut sangat jauh. Tapi kami tidak putus asa, petualangan tetap dilaksanakan sesuai dengan rencana dan alhamdulillah minggu ini kami mendapat 4 ekor Tup-Tup yg lumayan besar.

Minggu, 101010

Di desa ini kami mendapat kemudahan yang cukup berarti, dimana anak2 di desa ini menunjukkan dimana lokasi atau tempat yang sering dilalui oleh Tup2.

Anak2 Desa Baduik

Dilokasi ini kami mendapatkan 7 ekor tup2. Lihat saja bagaimana keceriaan yang terpancar dari wajah Kapsut, Kakek dan DK serta anak2 desa setempat.

Minggu, 171010

Semula kami akan berpetualang sebanyak 7 personel, akan tetapi masih ada aral yang merintang sehingga 3 personel (B’ Syam, P’ Jon & P’ Am) tidak dapat untuk turut serta berangkat ke medan pertualangan di karenakan ada keperluan yang tidak dapat di tinggalkan. Kami pun berangkat hanya dengan kekuatan 4 Personel saja (Vhoodhie, Deka, Kakek & Kapsuy). Dengan tetap semangat kami tancap gas menuju Desa Baduik Kampung Danau Bingkuang & tiba pada pukul 06.00 wib. Ternyata kami sampai di lokasi agak terlambat, hal ini ditandai dengan sinar matahari yg sudah terang benderang. Vhoodhie pun bergumam “sepertinya Tup2 sudah pada bangun nih…”

Begitu sampai di lokasi, kami langsung persiapan angkat senjata masing2 & langsung menuju lokasi serta mencari sasaran masing2. Vhoodhie & Kakek menuju sisi Utara sedangkan Deka & Kapsuy menuju sisi Selatan. 1/2  jam sudah berlalu, buruan belum 1 pun dapat Vhoodhie & KK lumpuhkan. Hal ini dikarenakan para Tup2 sudah mengetahui kedatangan personel kami & merekapun langsung kabuuuuuu…rrrr.

Dar… Der… Dor…, suara tembakan terdengar dari sisi selatan apakah suara itu berasal dari senapan Deka atau Kapsuy? Vhoodhie sambil berharap mudah2 setiap tembakan yang di keluarkan mengenai sasaran yang diinginkan.

1 jam berlalu kami pun bergabung kembali pada titik pertemuan. Seperti biasa kami menanyakan kepada anggota yang lain “Bagaimana… apakah ada dapat hasil buruan???”

“Serempak DK & Kapsuy menjawan belum alias Nihil”

Dengan keadaan ini kami tidak patah semangat, kami tetap melanjutkan perburuan ke arah kampung / pemukiman masyarakat setempat. Dilokasi ini kami baru dapat hasil buruan, Tup2 yang nemplok di pohon pinang langsung masuk sasaran tembak dan di kunci sembari melepaskan tembakan Door… Target tercapai, sasaran langsung dapat di lumpuhkan, tanpa pikir panjang lagi sang Kakek langsung menghunus pedang utk mengambil ancang2 melakukan penyembelihan, mulut Kakek komat kamit membaca ayat2, setelah selesai langsung eksekusi “krek…” satu sasaran tewas.

Ada kejadian sedikit lucu, setelah Tup2 pertama di dapatkan kami melanjutkan perburuan. Vhoodhie spontan langsung mencari sasaran berikutnya, sementara rekan yang lain juga demikian. Ternyata vhoodhie sedikit tertipu oleh rekan2 yg lain dimana Kapsuy, Kekek & Deka ternyata telah istirahat di salah satu rumah warga setempat. Alangkah kagetnya Vhoodhie mereka sudah ambil posisi masing2, Kakek asik berbincang dengan Nenek yg punya rumah, sementara Kapsuy asik berdiskusi dengan ibu2 sambil memangku anaknya dan tak mau kalah pula Deka asik memperhatikan gadis kampung yg sedang membersihkan halaman rumahnya.

Melihat suasana ini Vhoodhie jd tertawa kecil sambil berkata “ooo… hajab awak, tertipu rupanya, gak taunya lg pada asik disini ya…, kirain berburu Tup2 rupanya pada berburu TIRAHA (istilah untuk cewek / perempuan;red) masing2 ya.”

Pesta Durian

Di lokasi ini (Desa Baduik;red) kami hanya mendapat 2 ekor Tup2, kami memutuskan untuk pindah lokasi ke desa Danau Bokuok. Misi kami ke desa Bokuok ada 2 yaitu untuk berburu Tup2 dan untuk berburu durian. Di desa ini kami berhasil mendapat 3 ekor tambahan buruan dan 5 buah durian yang ranum. Setelah selesai menyantap buah durian yg lezat, kami putuskan untuk membersihkan hasil buruan dan setelah itu langsung balik kanan alias pulang.

Minggu, 241010

Adzan subuh berkumandang seiring dengan deringan alarm jam berbunyi, Saya pun begegas untuk menunaikan ibadah sholat shubuh. Setelah kewajiban kepada Allah SWT saya laksanakan, saya langsung mempersiapkan segala sesuatu utk melaksanakan pertualangan hari ini. Satu persatu anggota ISAP saya sms, Deka langsung membalas “oce Bang DK siap berangkat”, begitu juga dengan Kakek “Ok, saya sudah siap di pos“, namun tidak demikian dengan Kapsuy “Sorry Ndan, saya tidak bs bergabung hari ini di karenakan ada urusan kantor yang harus di selesaikan, klu cepat saya akan menyusul”.

Kami tetap semangat walaupun yang berangkat hari ini hanya 3 personil saja (Vhoodhie, Kakek & Deka). Tanpa pikir panjang pukul 05.30 wib kami langsung berangkat menuju desa Baduik. Alhamdulillah kami tiba dengan selamat di tempat tujuan & langsung melakukan perburuan.

Ternyata di desa ini buah durian sudah mulai berjatuhan, hal ini di tandai dengan para petani yang memiliki kebun sudah mendirikan pondok untuk berjaga pada malam harinya, karena buah durian biasanya akan jatuh pada malam hari. Seumur hidup saya belum pernah makan buah durian yang langsung jatuh dari pohonnya alias makan durian runtuh. Allah maha kuasa, kalau rezeki tidak akan kemana (pepatah orang tua dahulu). Sembari berburu tupai kami masuk ke dalam lokasi perkebunan durian yang di huni oleh yang punya, tiba2 Deka berbisik kepada saya,

DK : “bang, ada durian jatuh”

Saya : Spontan langsung menjawab “mana Dek???”

DK : “diatas kepala kita bang”

Saya : Mata saya spontan melihat keatas, ternyata buah durian bukan di dahan / pohon durian, akan tetapi di pelepah pohon sawit yg tidak jauh dari posisi kami berdiri “itu bukan durian jatuh DK, tapi durian sawit he he he …”

Saya langsung memanggil yang punya kebun menanyakan tentang keberadaan buah durian tersebut :

Saya : dengan menggunakan bahasa kampung tempatan “Diok, ado duyian sociak ko ha, basingajo balotak di siten apo??? artinya “Dik, ada buah durian satu buah di situ (pelepah phon sawit:red), sengaja ya di letakkan di sana?”

Pemilik Kebun : “Mano bang?” (mana bang?) sembari menuju arah tangan saya yang meunjukkan letak buah durian tersebut dan ia pun menjawab “idak do bang, jatuah tu ma? (indak bang, itu buah durian yang jatuh)

Saya : “Buliah ba’ambiak? (boleh kami ambil?)

Pemilik Kebun : “Da’ apo do bang, makan lah!!!” (Boleh bang, makanlah)

Tanpa pikir panjang saya langsung mengambil golok & segera membelah durian tsb serta memanggil rekan2 yg lain agar turut serta menikmati buah durian bersama2.

Minggu,071110

Malam sebebum keberangkatan menuju lokasi pertualangan, kami sdh berkumpul untuk membahas rencana esok hari dan mendata siapa saja yang akan turut bergabung melaksanakan perburuan. Didapat sekitar lima personil yang akan bergabung (Vhoodhie, Deka, Kapsuy, Kakek & P’ Am). Ternyata detik2 terakhir terjadi perubahan dimana Kakek & P’ Am tidak dapat bergabung dikarenakan Kakek masih dalam kondisi kurang sehat sementara P’ Am ada pekerjaan yang tidak dapat di tinggalkan.

Walaupun kami berangkat hanya 3 personil hal ini tidak menurangi semangat untuk berpetualang. Minggu ini lokasi yang kami datangi tetap desa yang sama karena Tup2nya masih banyak. Konsentrasi kami jadi terpacah, begitu masuk lolasi perkebunan sudah banyak para pemburu alias toke durian yang datang. Kami pun tidak mau kalah, kendaraan langsung tancap gas menuju pondok durian yang biasa kami kunjungi. Untung tak dapat diraih ternyata durian yang sudah di kumpulkan oleh petami sudsah ada yang membelinya.

Dengan sedikit kurang semangat kami pun memfokuskan diri untuk berburu tupai kembali. Alhamdulillah di loksi ini kami mendapat 5 ekor Tup2. Langkahpun kami lanjutkan menuju tempat parkir kendaraan yang melalui kebun Durian warga yang sebelumnya sudah saya kenal yaitu “Datuk” begitu namanya saya panggil. Kami singgah sebentar, memang rezeki tidak kemana kami langsung di suguhi durian yang jatuh dari pohonnya.

Minggu, 141110

Satu hari sebelum keberangkatan, saya harus mencari sepucuk senapan angin yang di pesan oleh salah seorang warga tempatan yang kebetulan kepala suku di sana. “Datuak” begitu nama panggilannya yang dapat diartikan sebutan kehormatan bagi yang bersangkutan. Alhamdulillah senapan yang di pesan telah diperoleh.

Hari minggu seperti biasa kami mencari buruan berpetualang di desa / perkampungan masyarakat. Anggota yang berangkat   sebanyak 5 personil. Konsentrasi kami untuk beruru tupai sedikit terganggu akibat banyaknya buah durian yang sudah pada ranum alias masak & jatuh langsung dari pohonnya. Sesampainya di desa tersebut kami langsung gelar peralatan, Kakek & P’ Am kesisi utara, DK turut serta di belakang, sementara saya mempersiapkan senapan yang di pesan oleh Sang Datuak “bagaimana dengan Kapsuy?” ternyata dia ikut bergabung dengan saya menuju kebun Datuak, dengan harapan kelak sang Datuak bermurah hati memberi buah durian segar yg telah jatuh pada malam harinya.

Pokdok Durian Milik “Datuak”

Sesampainya di kebun Datuak, saya langsung menyerahkan pesanan yg di minta. Memang kalau rejeki tidak kemana, kami langsung di suguhi buah durian yang ranum, tanpa malu & ragu Kapsuy langsung membelah diruan & menyantapnya tanpa ragu. Tak lama kemudian P’Am muncul sembari melepaskan tembakan yg diarahkan kepada seekor Tup-Tup yg langsung “KO” terkapar akibat terjangan peluru & pidikan akurasi yg sempurna. Dibelakang telah menyusul Kakek & Deka yang langsung menuju pondok si Datuak & yg pasti juga di suguhi buah durian yg segar.

Disinilah awal mula konsentrasi berburu tupai buyar dan berubah menjadi berburu buah durian. Setelah selesai di pondok Datuak, kami pergi pondok Hamda (Pemuda tempatan yg juga memiliki kebun durian). Disana kami juga menikmati buah durian yg lebih ranum & lebih besar lagi.

Kapsuy “KO” akibat makan durian, mata merah & muka pucat

Dipondok kedua mala petaka menimpa salah satu anggota ISAP yaitu Kapsuy, tiba2 ia terdiam sambil jongkok bersandar di salah sastu pohon sawit tak jauh dari pondok, wajahnya pucat pasi, keringat dingin bercucuran, sesekali tangannya menyapu kening yang basah. Hal ini kontan sedikit membikin panik anggota lainnya tetapi tidak dengan Kakek yang malah tersenyum sambil tertawa kecil melihat kondisi Kapsuy yg demikian. Saat itu terjadilah dialog yg cukup seru :

Saya : kakek kok senyum melihat Kapsuy?

Kakek : sudah KO dia alias mambuk durian ha ha ha…

Saya, DK & P’Am : ooo… rupanya dia tidak tahan hi hi hi…

Saya : memang betul kata orang tua dahulu, kita tidak boleh melawan pada orang tua nanti kualat. Terbukti kan… makanya jangan ngejek Kakek yang minggu lalu Maag nya kumat akibat makan durian juga.

DK : ia tu bang baru tau rasa Kapsuy, ngejek Kakek juga lah sekarang dia yang kena.

P’ Am : Itu gara2 pergi makan durian di tempat Datuak ndak ngajak2 makanya mabuk.

Kami terus menikmati buah durian yg ada & sesekali menawarkan kepada Kapsuy “makan lah sedikit lagi, dak apa2 kok”, yg juga di tanggapi oleh Kakek “makan ajalah! tambah sedikit nanti jd obat tu”. Kapsuy tetap pada pendiriannya bertahan utk tidak makan durian lagi takut malah makin menjadi mabuknya.

Pesta Durian ni…

Konsentrasi kami berburu makin buyar, mungkin akibat reaksi buah durian dalam tubuh yang mengakibatkan suhu tubuh meningkat. Hail ini dibuktikan dilokasi ini kami hanya mendapatkan 3 ekor Tup2 saja. Setelah berembuk bersama kami putuskan untuk berpindah lokasi ke desa Aur Sati tetapi bukan untuk berburu Tup2 melainkan untuk berburu Durian lagi ha ha ha …

Minggu, 211110

Sehari sebelumnya saya berbincang2 di sebuah warnet Family@Net di temani oleh rekan2 mahasiswa yang kebetulan kost di dekat warnet tersebut, Da’us lah yang memulai pembicaran mengenai senapan angin yang di teruskan oleh Rian yg ternyata juga hobi berburu (entah berburu apa yang penting berburu lah bang…). Dengan lantang Rian menanyakan kepada saya “ab klu berburu nembak ape?” kontan saya sedikit kaget mendengar pertanyaan tersebut sambil berpikir keras sembari memikirkan jawaban apa yang akan di berikan, apakah jawaban yg pasti atau jawaban yang sedikit melenceng ke kiri. Akhirnya saya putuskan untuk menjawab “banyak yang kami buru Rian dari Tupai, Kalong, Burung dll sebagainya”. Ternyata jawaban saya di tanggapi sedikit kurang puas oleh Rian “Tak paten bang, orang berburu ceweklah yang paten, sambil tertawa ha ha ha…”

Keasikan bicara, waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 wib, saya pun bergumam “wah ternyata hari sudah larut malam” sebari bertanya kepada Rian & Da’us “jd bagaimana apakah jadi pergi esok untuk berburu? klu jadi pukul 05.00 wib langsung saja menuju markas ISAP, OK!!!”

Pagi pun menjelang, peralatan berburu sudah di persiapkan, saya & Deka masih menunggu kedatangan anggota baru dari Kampus, siapa lagi kalau bukan Rian & Da’us. Tak berapa lama kami menunggu muncullah mereka dengan mengendari kereta kuda… eh salah maksudnya sepeda motor. Tanpa pikir panjang kami langsung bergegas meninggalkan markas untuk berpetualang.

Kami mencari lokasi baru perburuan Tup2, kami temukan lokasi yang belum pernah kami jelajah yiatu 1 Km setelah jembatan Danau Bingkuang. Dilokasi ini kami hanya mendapatkan 3 ekor Tup2 saja. Melihat situasi sudah kurang asik yang di tandai dengan Tup2 yg sudah pada kabur, kami pun beralih ke lokasi lainnya yaitu di desa Baduik. Dilokasi ini kami cukup puas (banyak Tup2 yang berkelairan) dan banyak mengeluarkan keringat karena cuaca yang cukup panas.

Geli lah bang pegang Tup – Tup ni… Bulu die halus betul.

Sejak awal berpetualang saya tidak menyadari kalau Rian & Da’us ternyata sedikit takut atau geli untuk memegang Tup2. Hal ini di tandai pada saat Rian memegang hasil buruan yang ia dapat. Coba saja lihat foto di bawa ini, berani cuma megang ekornya saja he he he… sambil nahan nafas pula tu… hi hi hi takuuu…ttt

Minggu, 281110

Mengingat kendaraan yang biasa kami gunakan untuk berburu megalami kerusakan, disepakati untuk menggunakan kendaraan pick up milik Deka. Malamnya keputusan sudah bulat & final. Pagi pun, datang kami sudah mempersiapkan segala keperluan untuk berburu. Begitu semua anggota berkumpul, mobil pun persiapan untuk pemanasan, tapi apa yang terjadi mobil tidak bisa dihidupkan, karburator bocor, bensin pun banjir. Untunglah ada dewa penyelamat yaitu Kapsuy yang berkenan memakai kendaraannya. Berhubung anggota yang ikut pada saat itu cukup banyak terpaksa kami sedikit berbesar hati & berlapang dada desak2an alias seperti ikan sarden. Dengan keadaan yang seperti ini tidak menurunkan semangat kami untuk berpetualang. Kapsuy langsung tancap gas tanpa memperdulikan lagi keadaan anggota ISAP yang saling berdesakan dalam mobil.

Sesampainya di jembatan penyeberangan ternyata ada warga masyarakat tempatan meninggal dunia sehingga jalan menuju desa tempat kami biasa berburu di tutup dan akhirnya kami memutuskan untuk berbalik arah ke Desa Aur Sati. Dilokasi ini Tup2 sangat sepi kami hanya mendapatakan 3 ekor Tup2 saja. Melihat kondisi yang sedikit sepi kami pun memutuskan untuk beristirahat di salah satu pondok milik petani setempat. Kami bertanya kepada petani tersebut tentang keberadaan Tup2 yang sudah mulai sepi. Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan sudah banyak orang yang mencari tupai disini dengan cara menjerat. Pantas saja Tup2 tidak lagi kelihatan alias sepi.

Berdasarkan keterangan dari warga tersebut kami putuskan untuk istirahat sejenak & balik kanan pulang ke Pekanbar.

“Seluruh Keluarga Besar IKATAN SENAPAN ANGIN PEKANBARU (ISAP)  mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011, semoga sukses selalu.”

2 Balasan ke Berburu Tupai Edisi 2010-Jilid 2

  1. NaFiik berkata:

    Aku Bleh Gk Beli Tupai Yang Anda Hasilkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s