Berburu Tupai Edisi 2012-Jilid 2

Minggu 7 Oktober 2012

Pada kesempatan kali ini kami kedatangan teman baru bernama Bahtiar yang lebih akrab di panggil Tiar. Akan tetapi pada minggu ini kami tidak disertai oleh P’Am yang kebetulan tidak dapat bergabung dikarenakan ada pekerjaan yang tidak dapat untuk di tinggalkan. Mudah2an minggu depan p’Am dapat bergabung dengan kita untuk berpetualang. Kali ini kami berangkat menuju sasaran agak terlambat dikarenakan menunggu rekan kita, maklum agak kaget karena berangkatnya setelah sholat subuh. Kendaraan tanpa pikir panjang langsung melaju menuju arah yang telah di tentukan yaitu Kabupaten Kampar. Kami tiba dilokasi sekitar pukul 06.45 wib, matahari telah bersinar cukup terang yang tentunya rombongan Tup2 tentunya sudah pada bangun untuk mencari makan. Setibanya di lokasi perburuan kami langsung berpencar untuk mencari lokasi masing2, Deka, Kapsuy & Tiar menuju arah Barat sedangkan Vhoodhie menuju arah Timur. Dooorrr, suara tembakan dari ujung denapan milik Vhoodhie yang tentunya di arahkan pada seekor Tup2 yang dari tadi berbunyi, akan tetapi tidak mengenai sasaran yang tentunya sang Tup2 kabur menunggalkan posisinya semula untuk menyelematkan diri. Sang Tup2 berkata “Selamettt… Selamett..”

Vhoodhie berusaha untuk melakukan akurasi pada senapan milikinya sambil berfikir mungkin tekanan udara pada senapan kurang kuat dan ia langsung melakukan pemompaan, akan tetapi apa yang terjadi, bukan takanan angin pada senapan yang di dapat melainkan senapan menjadi bocor wuuusss… wuuusss… wuuusss… angin keluar dengan derasnya dari lubang angin senapan tersebut. Tentunya hal in membuat hati Vhoodhie menjadi kesal yang bersegera berjalan untuk bergabung dengan rakan yang lainnya.

Disisi lain ternyata rombongan Deka, Kapsuy & Tiar sedang mengincar burung bangau putih yang berada di arena persawahan tadah hujan yang mulai kering akan tetapi masih ada airnya. Rupanya robongan burung bangau tersebut sangat banyak dengan jarak tembak yang cukup jauh. Hal ini yang mambuat mereka menunggu kedatangan Vhoodhie agar menggunakan senapan dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Alangkah kecewanya mereka pada saat mendengar berita kalau senapan milik Vhoodhie ternyata bocor alias tidak dapat digunakan. Rasa kekecewaan itu langsung terpancar, dengan hati cukup tenang kami tetap melakukan perburuan Burung Bangau tersebut. Kami semua melintasi areal persawahan yang ternyata cukup dalam juga. Satu persatu kami akhirnya terpuruk kedalam lumpur persawahan.

Penyamaran

Sesampainya di seberang persawahan kami segera berpencar mencari lokasi masing-masing, Tiar merayap, Kapsuy tiarap, Deka merangkak semua pasang gaya & aksi masing-masing agar tidak kelihatan oleh gerombolan Bangau Putih.

Tak ketinggalan Vhoodhie dengan gaya Tentara Amerika kalah perang di Vietnam, dengan kostum rumput liar di kepala & merayap mendekati sasaran, pakaian kotor penuh lumpur tak masalah asalkan sasaran dapat di lumpuhkan. Begitu mendekati sasaran Kapsuy tertawa kecil, Vhoodhie jadi heran “kok ketawa Kapsuy” tanya Vhoodhie langsung ke Kapsuy, Kapsuy langsung menjawab “Kabuuurrr…” rupanya sang bangau telah kabur menjauhkan diri dari serangan. Gagal maning… gagal maning…

Hhhmmm… Capek…. Buruan Pada Kabur Semua

Hari semakin siang, cahaya matahari semakin terik hasil buruan belum di dapat. Akibat terfokus mencari Bangau Tup2 jadi terabaikan. Minggu ini kami pulang dengan hasil minim akan tetapi tetap semangat dan ceria.

Minggu 14 Oktober 2012

Pertualangan Kali ini kami masih belum bisa di temani oleh P’Am yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Keberangkatan minggu ini tetap dilaksanakan walau hanya dengan 4 personil (Vhoodhie, Kapsuy, Deka & Tiar). Waktu keberangkatan seperti biasa yaitu sesudah sholat subuh dan alhamdulillah tiba dengan selamat pada pukul 06.10 wib. Lokasi yang kami tuju masih lokasi minggu yang lalu. Segala perlengkapan dipersiapkan semua anggota angkat senjata & Go… dengan semangat 45 menyisir pepohonan yg ada.

Kapsuy dengan hasil buruannya

Darrr… Derrr… Dorrr… suara senapan keluar dari ujung laras senapan masing2, Kapsuy berhasil melumpuhkan 1 Tup2, begitu juga dengan Deka dan tak ketinggalan Vhoodhie yg juga berhasil melumpuhkan, lain hal dengan Tiar yg masih penasaran untuk melumpuhkan Tup2 yang berlari kesana kemari. Dengan nada penasaran Tiar berkomentar  serta berdialog dengan Vhoodhie :

Tiar : Kok ndak kena2 ya bang, padahal aku membidiknya sudah pas

Vhoodhie : Mungkin masih goyang tangannya, nanti klu ada target baru fokus nembaknya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Kesempatan kali ini kami berangkat lebih awal dari minggu kemarin, kami berangkat dari Pekanbaru pukul 05.30 wib dan alhamdulillah tiba di Lokasi sekitar pukul 05.55 wib. Sebelum keberangkatan berburu sabtu malam kami berkumpul di Pos Utama ISAP untuk bersilahturrahim sesama anggota yang cukup lama tidak bergabung. Malam ini kami menyiapkan Tup2 panggang khas dengan bumbu pedas. Deka & Kapsuy menyiapkan tungku pembakaran sementar itu Vhoodhie menyiapan bahan2 untuk Tup2 yang akan di bakar tenrunya dengan racikan bumbu dan rempah2 pilihan agar daging Tup2nya lebih sedap & tidak alut alis agak keras pada saat di santap.

Tup2 telah siap untuk di bakar sega peralatan dibawa menuju lokasi pembakaran dimana lagi kalau tidak di Pos Utama Ikatan Senapan Agin Pekanbaru (ISAP). Sesampainya Vhoodhie di lokasi, bara api telah di persiapkan oleh Deka yang tentunya Tup2 siap untuk di bakar. Sebelum di beri bumbu Bakar, Tup2 terlebih dahulu di bakar sekilas timbal balik lebih kurang 2-3 menit saja, tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada Tup2 yang sebelumnya telah di rebus. Setelah di perkirakan sudah agak kering baru Tup2 dilumuri dengan bumbu bakar, proses ini terus dilakukan hingga Tup2 benar2 matang dan siap untuk di santap.

Hidangan telah siap, seluruh anggota ISAP berkumpul dilapangan untuk menikmati hasil buruan, Kakek tanpa ragu langsung santap begitu juga dengan P’Am, B’Syam, dan rekan lainnya. Lain hal dengan Vhoodhie & Deka langsung memisahkan santap malamnya, tentu para pemirsa bertanya2 mengapa Vhoodhie & Deka memisahkan santap malamnya tersebut tak lain dan tak bukan adalah daging burung bagau yang susah payah Deka dapatkan. Menu ini hanya kami berikan kepada anggota yg pada saat itu bertempur (Vhoodhie, Kapsuy Deka & Tiar). Malam ini Tiar tidak dapat bergabung karena ada keperluan, ya… sungguh di luar dugaan, kesian… kesian… kesian…

Pagi harinya saya mendapat kabar bahwa Kapsuy tidak bisa bergabung dikarenakan si bungsu dalam keadaan demam dan P’Am malam harinya telah memberi kabar kalu proyek beliau belum selesai. Dengan keadaan demikian kami hanya berangkat bertiga  saja yaitu Vhoodhie, Deka & Tiar. Lakosi yag kami tuju masih lokasi minggu yg lalu yaitu Danau Bingkuang. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan bagi pemirsa mengapa ISAP hanya melakukan perburuan di satu lokasi saja??? Dapat kami jelaskan “untuk satu lokasi saja gerombolah Tup2 tidak pernah habisnya, mengapa mesti pindah lokasi yang baru dan hal ini juga ISAP membantu para petani dalam membasmi hama yang sering kali merusak tanaman warga seperti Kelapa, Durian & Coklat / kakao.

Sesampainya di lokasi kendaraan kami parkirkan di temapat biasa alias numpang di halaman rumah warga, ya… alhamdulillah warga tersebut tidak keberatan. Nasib… Nasib… senapan milik Vhoodhie bocor lagi, rasa kesal sedikit banyak muncul dari dalam hati akan tetapi Vhoodhie tetap positif menanggapi masalah tersebut dan berkata dalam hati “Selagi masih ada Wen Service kenapa mesti khawatir”.

Maaf ada iklannya dikit, ndak pa2 kan. Jika para pembaca/pemirsa memiliki permasalahan pada senapan angin terutama yang berdomisili di Pekanbaru Riau jangan ragu untuk ke Wen Service dijamin service memuaskan dan ada garansinya lho… Buktikan!!!

Untungnya Tiar memiliki cadangan senapan, ya Vhoodhie terpaksa dech meminjam. Seluruh senapan yang kami gunakan tidak satupun yang memakai peredam, Deka & Vhoodhie pakai benjamin & Tiar menggunakan Cannon semuanya tanpa peredam. Kami sedikit pesimis dengan keadaan ini karena suara yang di keluarkan senapan tentunya membuat para Tup2 berhamburan akan tapi kami tetap semangat untuk berpetualang.

Alhamdulillah dengan senapan tanpa peredam kami dapat melumpuhkan Tup2 sebanyak 5 (lima) ekor. Sungguh merupakan perburuan yang amat serius cuaca sedikit kurang bersahabat dengan di tandai turunnya hujan yang cukup deras sehingga mengaharuskan untuk kami mengakhiri pertualangan minggu ini. Kami segera merapat ke lokasi kendaraan dan bersegera membersihkan hasil buruan di pinggir sungai. PErtualangan kami akhiri pada pukul 11.30 wib dan tentunya tancap gas pulang menuju Pekanbaru.

Minggu, 28 Oktober 2012

Sehari sebelum melaksanakan pertualangan tepatnya pada hari sabtu, di lokasi Markas ISAP diselenggarakan penyembelihan hewan kurban. Hampir seluruh anggota ISAP turut bergabung disana kecuali Deka dan Tiar.

Penyembelihan hewan kurban dibagi menjadi beberapa kelompok, Vhoodhie, Kapsuy, Deka & B’Syam di kelompok 15, P’Am & P’Dam di kelompok 17, P’Jhon, P’Dodi, B’Nik, Kakek di lelompk lainnya. Kami semua bekerja sesuai dengan tugas yang telah di bebankan oleh panitia mulai dari menguliti, memisahkan daging,  mencincang tulang sampai membagi hati, paru, jantung dan organ tubuh sapi lainnya menjadi potongan potongan kecil. Setelah pekerjaan penyembelihan selesai & setelah sholat zhuhur kami semua berkumpul di pelataran Mesjid untuk makan bersama yang telah disiapkan oleh Panitia Qurban. Tradisi makan bersama ini telah berlangsung semenjak mesjid di didirikan.

Seusai makan kami pun langsung membahas rencana untuk esok harinya, apalagi kalua tidak membahas tentang perburuan Tup2. Cerita punya cerita, P’Am telah bisa bergabung begitu juga dengan B’Syam & P’Dam. Minggu pagi telah tiba, azan subuh telah berkumandang menandakan perburuan akan segera kita mulai. Kewajiban sebagai umat muslim tetap dilaksanakan, seusai sholat shubuh Vhoodhie & Tiar bergegas meluncur menuju Markas ISAP untuk berkumpul dengan rekan yg lainnya. B’Syam & P’Am telah menunggu & kami telah bergabung, akan tetapi sedikit terlambat dikarenakan menunggu P’Dam yang lagi persiapan. Disisi lain, Kapsuy sedikit Dongkol karena kelelahan menunggu dari pukul 05.30 wib hingga 06.05 wib kami tidak kunjung muncul menjemput & akhirnya Kapsuy pulang dengan sedikit bergumam “Bagus nunggu dirumah aja lah, nantikan mereka kan nelp klu sudah di depan jalan”

Tak lama rombongan kami pun tiba di depan jalan & Vhoodhie langsung nelp Jenderal Kapsuy “Siap salah Jenderal, kami sudah di depan jalan menunggu kedatangan Jenderal” dengan gagah perkasa Jenderal Kapsuy berjalan dari rumah menuju mobil. Dengan menyandang 2 pucuk senjata laras panjang, ha ha ha… (Benjamin Innovation & Gejluk punya Kakek) kami semua menyambut kedatangan Kapsuy dengan gembira. Lengkap sudah personil yang ikut sesuai kapasitas mobil yaitu 6 (enam) personil, mari kita urut berdasarkan umur : P’Am, P’Dam, B’Syam, Kapsuy, Vhoodhie & Tiar. Kali ini Deka tidak bergabung karena masih berlebaran di Kampung halaman.

Keberangkatan kali ini cukup terlambat dari yang biasanya, kami tiba di lokasi pukul 07.00 wib akan tetapi cuaca sedikit mendung & hujan, kami sepakati untuk sarapan terlebih dahulu sembari menunggu hujan reda. Pertualangan kami mulai pukul 07.50 wib. Semua angkat senjata lain halnya dengan Vhoodhie yang terlebih dahulu melakukan akurasi / Zero terhadap senapan P’Am. Semua pasukan berpencar mencari sasaran masing2. Vhoodhie & Kapsuy terus memburu Tup2 yg lari kian menjauh namun tak kunjung mendapatkan hasil. Yang lainnya terus mengitari kebun durian yang penuh dengan semak belukar. Perjuangan yang tidak sia2 walaupun beberapa anggota berlumuran darah tetap melaksanakan pertualangan. Bukan apa2 mereka pada di gigit pacet, B’Syam pada bahagian pinggang sebelah kiri vhoodhie di bahagian tulang leher lain halnya yg lebih parah lagi Tiar di gigit pada bahagian ulu hati sehingga mengeluarkan darah yg cukup banyak seperti orang tertembak. Perburuan kali ini mengasilkan 7 (tujuh) Tup2 yang lumayan besar & rata2 jantan. Perburuan minggu ini kami akhiri di lokasi perkebunan durian montong hal ini dikarenakan P’Dam ingin membeli bibit durian monotong & berencana untuk bercocok tanam Durian.

Minggu, 4 Nopember 2012

Terkadang semua yang telah kita rencanakan dengan baik tidak dapat terlaksana dengan sempurna, tidak dapat berjalan dengan semestinya bahkan tidak dapat untuk berbuat apa2. Hal ini tentunya akan membuat kita sedikit merasa gelisah, was, bahkan gundah gulana.

Hmmm… ada apa gerangan ini.

Rupanya ada beberapa aral yang melintang dalam pertualangan kali ini diantaranya yaitu : “mari kita simak cerita berikut”

Pertama, tidak turut bergabungnya Tiar minggu ini dikarenakan senapan miliknya mengalami kerusakan yang cukup lumayan sehingga sangat menghambat untuk melakukan perburuan yaitu pada bahagian pompa alias bocorrr… karusakan ini terjadi pada hari Rabu dimana Tiar sore harinya melakukan perburuan Ayam Hutan di lokasi perkebunan sawit, entah kenapa atau mungkin juga salah tekhnik pada saat melakukan pemompaan langsung keluar angin dari ujung laras yang menandakan bahwa senapan miliknya telah bocor. Hal ini lah yang merupakan salah satu penyebab Tiar tidak turut bergabung melakukan perburuan dan hal lainnya Tiar ketiduran dan bangun pada pukul 09.00 wib & cukup kaget begitu melihat banyak panggilan tak terjawab & SMS yang masuk pada HP miliknya ternyata Tiar telah ketingaalan kereta. he he he…

Kedua, minggu ini P’Dam tidak bisa bergabung dikeranakan ada pekerjaan yang harus di segera untuk di selesaikan.

Ketiga, rasa gundah juga di alami oleh Vhoodhie hal ini dikarenakan senapan Sharp-Scorpion miliknya mengalami kerusakan juga, ujung larasnya bengkok sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk akurasi yang tinggi jangankan mencapai titik “.” hasil jam 12 atau jam 6 pun tidak bisa, begitu di tembakkan proyektil meluncur entah kemana. Melihat kejadian ini apabila di gunakan tentu akan membahayakan. Ya… terpaksa dech pinjam punya Kakek, info dari Kapsuy Kakek sudah pensiun alias Gantung Senapan, he he he… maaf Kek klu Vhoodgie cuma bergurau, ndak tau tuh klu Kapsuy asal ndak jadi anak durhaka aja ya Kek.

Perburuan kali ini hanya di hadiri oleh 4 (empat) personil saja, mari kita absen : 1. Vhoodhie, 2. Kapsuy, P’Am, & 4. Deka yang lainnya terjun bebasss… hahahahaha…

Minggu, 11 Nopember 2012

Sabatu malam rencananya mau santap Tup2 dengan seluruh personil ISAP di Markas Utama, ada yang menginginkan menu Tup2 Panggang, ada yang menginginkan Tup2 Goreng, ada jug ayang terserah saja yang penting tersedia, yang hebatnya lagi ada yang menyarankan Tup2 Samba Lado Hijau (Sambal Cabe Hijau;Red) siapa lagi kalu bukan Kapsuy. Tapi… begitu di suruh untuk buat sambalnya eh… malah bingung, terus terang aja kalau Vhoodhie belum pernah tuh  bikin Tup2 pakai Sambal Lado Hijau. Lama menunggu ternyata Si Sambal Lado Hijau tak kunjung datang jadi batal dech pesta Tup2nya.

Keberangkatan kali ini sedikit terjadi Miss Kominukasi, setelah sholat shubuh Vhoodhie langsung ambil HP ternyata sudah ada SMS masuk dari Tiar “Jam berapa berangkatnya bang???”, “jam 05.30 wib dari rumah balas Vhoodhie ke Tiar. Vhoodhie pum SMS ke seluruh personil “bangun… bangun… persiapan berburu”. P’Am balik balas “Papa lagi sholat Om”. Kapsuy “Siap ndan sudah bangun”, akan tetapi Deka tidak kunjung membalas. Vhoodhie berusaha untuk menghubungi secara langsung akan tetapi HP milik Deka tidak aktif. Berhubung rumah Deka berdekatan dengan rumah Vhoodhie, sambil jalan untuk menjemput P’Am yang juga tidak jauh dari rumah Deka, ya sedikit berteriak di pagi hari Deka pun keluar dengan muka melas & kusut, ternyata Deka masih Lalok alias Tidur alias Turu alias Modom dan berkomentar :

Deka : “Kata Kapsuy ndak pergi nembak bang libur sekarang”

Vhoodhie : “Kapsuy aja sudah siap2 mau berangkat”

Deka : “Meleset Kapsuy ko, Dia SMS katanya ndak berangkat”

Vhoodhie : “Ya sudah, ab tunggu di rumah P’Am”

Tak lama kemudian Deka pun mulcul & kami terus tancap gas untuk menyampiri Jenderal Kapsuy yang telah menunggu, begitu Kapsuy masuk mobil Deka langsung komentar :

Deka : “Meleset Kapsuy dibilangnya ndak nembak hari ini, orang libur”

Kapsuy : dengan gampang menjawab “Kan betul kalau sekarang libur”

Deka pun kebingungan dan langsung menanggapi jawaban dari Kapsuy “Mana pula libur, kan pergi berburu kita sekarang”. Lagi2 Kapsuy menjawab dengan tenang / cool “iya… hari minggu kan hari libur akan tetapi acara berburu Tup2 tetap dilakasankan, he he he…”
. Mendengar pernyataan Kapsuy yang tanpa dosaq se isi mobil langsung bersorak heee…. Kapsuy pun bersorak pula hahahahaha…

Perjalan kami lanjutkan untuk menghampiri salah satu anggota ISAP lainnya yaitu Tiar yang telah menunggu di pertigaan Tabek Gadang-Panam, lengkap sudah isi mobil sesuai dengan Tonasenya 5 (lima) personil. Tanpa pikir panjang lagi mobil melaju menuju Kabupaten Kampar. Kami tiba di lakasi parkir sekitar pukul 06.15 wib, semua perlengkapan & peralatan berburu di keluarkan mulai dari senapan, mimis, pisau & belati, tas / kantung untuk hasil buruan, sepatu anti air tapi tidak anti Pacet, Topi, Jaket & lain2 sebagainya yang penting semuanya lah.

Rupanya dalam benak rekan2 termasuk Vhoodhie bukan saja memikirkan Tup2 yang akan di buru akan tetapi buah Durian yang sudah mulai berjatuhan alias mulai panen. Kali ini Semua personil menyebar mencari lokasi masing2 akan tetapi bukan terfokus untuk mencari Tup2 melainkan terfokus untuk mencari buah Durian. Maklum semenjak melakukan perburuan di Desa Danau Bingkuang yang terkenal dengan kelezatan buah duriannya kami tidak selera lagi untuk makanbuah durian yang di jual di penggir jalan atau di pasakan karena rata2 yang dijual mereka durian karbitan alias masak diperam. Sangat jauh berbeda dengan durian yang kami dapat/beli langsung di kebun milik petani alias masak di Pohon. hmmm…. lezat tenan, ada yang mau…???

Keasikan berburu buah Durian minggu ini kami hanya memperolah Tup2 3 (tiga) ekor saja. ya… lumayanlah yang penting ada hasilnya. Kalau hasil biah durian lumayan juga dapat sekitar hampir 10 (sepuluh) buah, hmmm… kenyang & lepas lah selera untuk hari ini.

Kayaknya minggu depan akan lebih banyak lagi dapat buah duriannya, ada yang mau ikut???

Minggu, 18 Nopember 2012

Hari Sabtu tanggal 17.11.12 SMS sudah di sebarkan oleh Vhoodhie keseluruh anggota ISAP “Buah durian sudah mulai berjatuhan, mohon info apakah kita bertualang minggu besok???”. Satu persatu balasan mulai muncul dari para anggota, mulai dari :

Kapsuy “Bagaimana dengan anggota yang lainnya ndan apa sudah dapat informasi???”  Balas “Info Awal Deka & Tiar ikut”

Deka “Ya bang, besok kita berangkat bang”

P’Am “Besok ada perlu, mau pasang tapal batas tanah dengan P’Dam”

Tiar “Insyaallah ikut bang, berangkat dari rumah atau dari markas ISAP bang???” Balas “Kita berangkat dari rumah”

Sebelumnya ada rekan sesama hobi hunting mau bergabung untuk bertualang. Dia dipanggil Bebby (Data lengkap dapat dilihat di Profil Anggota ISAP Dalam Gambar). Ia menanyakan kemana arah perburuan minggu ini dan diinformasikan arah ISAP minggu ini ke arah desa Danau Bingkuang Kampar.

Hari minggu pun telah tiba, rupanya Debi lebih awal bangun pagi & langsung SMS Vhoodhie “Bang jadi berangkat???” Vhoodhie menanggapi “kita jadi berangkat, Debi berangkat saja dari rumah jam 05.30 wib kita ketemu di Markas ISAP”. informasi pagi ini kurang lengkap Tiar & Kapsuy tidak ada balasannya, rupanya Kapsuy ketiduran akan tetapi tetap bergabung sedangkan Tiar sama sekali nihil.

Perburuan kali ini hanya dilaksanakn oleh 4 (empat) personil saja, kami berangkat pukul 05.50 wib dan seperti biasa kami singgah terlebih dahulu di warung untuk sarapan pagi. Keasikan gobrol dengan pemilik warung & kebetulan cuaca sedikit hujan gerimis kami terlambat masuk lokasi perburuan & melihat telah banyak para toke durian membawa hasil buruannya untuk di jual di pasaran. Kami cukup kaget melihat kejadian tersebut, mobil tancap gas menuju lokasi parkir & tentunya konsentrasi sudah buyar alias tidak fokus lagi pada perburuan Tup2 melainkan terfokus pada perburuan buah durian. Memang kami sungguh2 terlambat para petani yang menunggu hasil kebunnya dari malam hingga pagi hari telah menjual duriannya kepada para toke2, kami jadi gigit jari sehingga harus menuggu hingga siang hari untuk mendapatkan buah durian yang bagus. Sembari menuggu perburuan Tup2 tetap dilaksanakan, ada sekitar 5 (lima) ekor Tup2 berkeliaran di satu pohon semua anggota bersiap2 untuk melakukan penembakan, Dooorrr… suara senapan Deby & Deka, akan tetapi meleset… & tiba2 salah satu buah durian jatuh dari pohonnya & hampir menimpa kepala Deka.

Tanpa pikir panjang lagi Deka hunus pedang langsung santap durian yang tentunya sudah mendapat ijin dari yang empunya. Hal ini tidak dibiarkan oleh rekan2 lainnya, serbuuu… hanya hitungan menit saja tuh durian langsung ludes tinggal biji & kulitnya saja. Ini tidak bisa di biarkan gumam Vhoodhie kita harus cari durian yang lebih besar & lebih enak lagi. Kami pergi ke pondok2 penduduk yang mejaga durian & hasilnya pun telah banyak yang dibeli oleh para toke2 durian. Nasib2… kami tidak putus asa kami terus menelusuri perkebunan & akhirnya kami menemukan buah durian yang cukup besar, tanpa pikir panjang langsung tawar menawar harga, deal, di buka dech tuh duriannya.

Sate Tup2 Manis Pedas

Hari siang matahari pun telah berada di ubun2 yang menandakan telah pukul 12.00 wib. Perburuan kali ini kami akhiri hanya dengan memperoleh hasil 2 (dua) ekor Tup2 saja. Setelah hasil buruan dibersihkan di pinggir sungai serta peralatan berburu juga di bersihkan, kami tancap gas pulang ke rumah.

Minggu 25 Nopember 2012

Beberapa kabar sedih kami terima dari anggota ISAP yang minggu ini tidak dapat untuk bergabung berpetualang di alam bebas yaitu :

Kabar pertama kami terima dari Kapsuy yang mana anak beliau yang paling kecil bernama Fatin yang berumur sekitar 1.5 tahun menderita sakit yang cukup unik pada bahagian saluran kencing akan tetapi memerlukan tindakan medis yang lumayan rumit sehingga harus dilakukan dengan cara operasi. Walaupun operasi ini terbilang operasi kecil akan tetapi rasa sedih tentuanya tetap dialami oleh Kapsuy sebagai orang tua. Alhamdulillah Operasi berjalan dengan lancar & kondisi Fatin sudah mulai baikan.

Kabar kedua datang dari Tiar, dimana orangtuanya di kampung halaman mengalami sakit sehingga mengharuskan Tiar segera pulang kampung untuk melihat kondisi kesehatan orang tua beliau. Informasi terakhir yang kami terima kondisi ortu sudah mulai baikan & insyaallah minggu depan Tiar dapat bergabung kembali untuk bertualang.

Kabar ketiga datang dari P’ Dam melalui P’ Am yang kebetulan bertetangga. Beliau tidak dapat untuk bergabung dikarenakan kesibukan berladang durian montong ya… lumayanlah luasnya sekitar 2Ha. Nanti klu sudah mulai berbuah kita panen tu he he he…

Hanya dengan 4 (empat) personil saja minggu ini kami berpetualang dalam perburuan Tup2 yaitu Vhoodhie, P’Am, Deka & Debi. Lokasi yang kami tempuh masih lokasi minggu kemarin yaitu Desa Danau Bingkuang. Sesampainya di lokasi perburuan mobil pun di perkirkan dengan sempurna, bagasi mobil di buka “klik… suara ensel berbunyi”, segala perlengkapan berburu di keluarkan mulai dari senapan, pisau, peredam, gantungan peluru sampai tas untuk hasil buruan, semua dikelaurkan jangan sampai ada yang ketinggalan. Persiapan selesai, Deka & Debi langsung ke arah utara akan tetapi lain hal dengan P’Am dari wajahnya terlihat sedikit kesal, beberapa kali senapannya di tembakkan sambil melakukan akurasi akan tetapi hasilnya sangat jauh melenceng dari sasaran. Akhirnya senapan terpaksa dilakukan penyetelan tentunya ini mamakan waktu yang cukup lama. Sementara itu suara ledakan senapan bertubi2 dari arah urtara. Sepertinya para gerombolan Tup2 berhasil di lumpuhkan oleh mereka, tanya Vhoodhie kepada P’Am.

Penyetelan senapan selesai, P’Am & Vhoodhie menuju arah Barat… dorrr… satu sasaran berhasil di lumpuhkan tepat mengenai pinggang yang menembus tulang belakang Tup2, target jaruh & dengan sigap vhoodhie langsung mendekati sasaran yang masih berusaha untuk kabur dengan sisa tenaganya & melakukan penyembelihan. Satu sasaran telah di peroleh, kami menuju lokasi lainnya untuk berburu.

Minggu 02 Desember 2012

Kegitan yang bergitu padat mengitari hampir seluruh Anggota ISAP sehingga menghentikan rencana perburuan minggu ini. Mohon maaf kepada para Hunter / Bediller semua kami tidak dapat untuk berbagi cerita kali ini, Insyaallah minggu depan kita bersua kembali.

Libur Telah Tiba 2x, hore… hore… hore… (hahahaha… kayak lagu Tasya aja)

Minggu 09 Desember 2012

Minggu 16 Desember 2012

ISAP kali ini tidak melaksanakan kegitan perburuan dikerena beberapa orang anggota mengikuti perlombaan menembak yang dilaksanakan oleh HSC (Hangtuah Shooting Club) yang dilaksanakan di lapangan tembak Paskhas TNI AU Pekanbaru – Riau. Pertandingan dibagi menjadi 2 kelas yaitu Pompa untuk jarak 22 meter dan PCP / Gas / Gejluk untuk jarak 33 meter. Deka mengikuti kelas 22 meter dan Vhoodhie di kelas 33 meter. Perlombaan kali ini yang dipertandingkan adalah metal shillhoutte targer bukan ring target.

2012-12-16 09.44.06

Sasaran Miniatur Kalkun

Sasaran berbentuk miniatur ayam, babi dan kalkun, ukurannya pun sangat kecil sekali lebih kurang 3×6 cm saja. Coba saja bayangkan sasaran yang kecil di tembak dari jarak 22 & 33 meter. wah… kayaknya susah banget tuh… hahaha, klu ndak sering latihan & senapan yang bagus kayaknya bakalan kewalahan tuh. Sasaran di letakkan pada rak/bar yang telah di sediakan & disusun sebanyak lima baris. Jarak dari tanah 25 cm untuk sasaran ayam, 60 cm untuk sasaran babi & 120 cm untuk sasaran kalkun. Pertandiang menembak ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh HSC dan direncanakan akan diadakan secara berkala dan terus menerus 2 klai dalam setahun.

2012-12-16 14.07.26

Kertas Nilai Hasil Penembakan

Para peserta kali ini dihadiri dari beberapa kabupaten yaitu perwakilan dari Kabupaten Bengkalis, Kampar, Kota Dumai dan tuan rumah sendiri Kota Pekanbaru. Berdasarkan info dari panitia pelaksana peserta berjumlah lebih kurang 100 (seratus) orang. Sungguh jumlah yang cukup lumayan banyak untuk iven perdana kali ini. Ivent berikutnya akan diadakan pada bulan Juni atau Juli tahun 2013 bersamaan dengan kalender Perbakin Propinsi Riau dan rencananya akan langusng diadakan di Venue Menembak Pekanbaru – Riau.

2012-12-16 16.30.50

Hasil Perolehan Nilai

Dikelas Pompa jarak 22 meter dimenangkan oleh peserta dari Kabupaten Bengkalis yang langsung menyabet juara 1 & 2 yaitu Bapak Sadikin & Sdr.Herman yang kebetulan mereka berdua  adalah bapak & anak, sedangkan untuk juara 3 direbut oleh Sdr.Sadan dari HSC. Untuk kelas Gas/PCP/Gejluk juara 1 diraih oleh perwakilan dari Kabupaten Kampar yaitu Bapak Syaiful sedangkan juara 2 & 3 diraih oleh perwakilan dari Phaskas TNI AU & dari HSC.

Minggu 23 Desember 2012

Perburuan tidak dilaksanakan karena anak sekolah pada Libur dan ISAP juga kepengen liburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr… ha ha ha ha… boleh kan??? TQ

Minggu 30 Desember 2012

Pegal2 rasanya badan ini dikarenakan minggu kemarin tidak melaksanakan aktifitas berburu dengan rekan2 anggota ISAP. Rasa ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh Vhoodhie akan tetapi juga dirasakan oleh Deka, Kapsuy & Tiar. Badan ini jadi kurang bergairah melaksanakan aktifitas apabila tidak melaksanakan perburuan di hari minggu ibarat pepatah “mandi tak basah, makan tak kenyang, tidur tak nyenyak” ya begitu lah” ptreee…ttt… aaakekkekekekekek…

Pertualangan kali ini dihadiri oleh 4 (empat) personil Vhoodhie, Kapsuy, Deka & Tiar. Berhubung akan datang tahun baru perburun kali ini kami targetkan untuk mendapatkan Tup2 sebanyak mungkin bila perlu 2o ekor atau lebih.

Brooo……mmm suara knalpot menandakan mesin mobil dimatiakan alias parkir. Semua peralatan dikeluarkan, setelah dirasa lengkap semua muali bergerak cari lokasi persembunyian Tup2 akan tetapi tidakhalnya dengan Tiar yang sedikit mengalami gangguan, ternyata teleskopnya belum di setting / zero. Ya… dengan senang hati Bhoodhie melakukan zeroit terhadap senapan milik Tiar Gejluk 16mm, 65 cm.

Darrr… Derrr… Dorrr… satu persatu peluru di keluarkan dari senapan Tiar untuk mencari titik zero. Dengan hasil yang cukup lumayan walaupun tidak pass pada titik nol akan tetapi sudah  bisa untuk “headshoot Tup2″

Foto0130

Tiar dengan hasil buruannya

Vhoodhie & Tiar menuju arah timur. Baru sekitar 1 menit memulai perburuan Vhoodhie sudah berhasil melumpuhkan 1 tup2 yang bertengger di pohon Duku. Perburuan dilanjutkan terus kearah timur hingga pukul 08.10 wib kami telah berhasil melumpuhkan 6 ekor Tup2 lihat saya foto disebelah Tiar dengan bangganya melihatkan hasil uruannya. hehehe… muancap tenan.

Dilokasi lain Deka & Kapsuy terus melakukan perburuan akan tetapi mereka menuju arah lokasi Bangau berkumpul namun kali ini mereka belum berhasil untuk melumpukan salah satu dari gerombolan banagnu tersebut. Mengingat ada kegiatan lain yang dijadwalkan siang ini perburuan kami akhiri di titik kumpul. Hasil yang diperolah kali ini cukup lumayan yaitu 12 ekor Tup2 walaupun tidak sesuai dengan yang di targetkan kami semua puad dan senang semoga perburuan kali ini dapat membantu para petani dalam menanggulangi hama Tupai.

Demikian pertualangan kami di tahun 2012 ini semoga kita dapat bertemu kembali melalui cerita2 dialam bebas di tahun 2013.  .

“Seluruh Keluarga Besar IKATAN SENAPAN ANGIN PEKANBARU (ISAP)  mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013, semoga makin sukses mengiringi kita semua amin ya robbalalamin.

Salam Hunting & Bediller buat seluruh pencinta olah raga menembak

2 Balasan ke Berburu Tupai Edisi 2012-Jilid 2

  1. inoy berkata:

    dimana alamat HSC Pekanbaru?

    • Rameindra berkata:

      silahkan lihat diblognya HSC mas
      atau klu tidak salah sekretariatnya di samping kampus UNRI Gobah – pekanbaru – Riau atau silahkan call / sms salah satu anggota HSC an.roki 085263552221

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s